Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Untuk penanganan kemiskinan itu harus keroyokan atau bersama-sama. Semua pihak terkait harus bersinergi. Kalau diperlukan, bisa menggandeng BUMN, BUMD atau pihak swasta lainnya,” katanya.

Menurutnya, Kabupaten Grobogan saat ini masih termasuk dalam 14 kabupaten yang masuk zona merah kemiskinan. Di mana, angka kemiskinan di 14 kabupaten ini masih di atas angka kemiskinan provinsi.

“Untuk Kabupaten Grobogan, tinggal satu digit lagi bisa keluar dari zona merah dan masuk ke zona kuning. Saya optimis jika semua pihak bersinergi maka dalam waktu dekat, angka kemiskinan di Kabupaten Grobogan bisa turun,” sambungnya.

Taj Yasin mengemukakan, saat ini angka kemiskinan di Jawa Tengah berada di angka 10,80 persen. Pihaknya menargetkan, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengan (RPJM) di akhir 2023 angka kemiskinan bisa turun hingga berada di angka tujuh persen.

Saat ini, Pemprov mengeluarkan program satu OPD satu desa binaan. Bahkan, ada yang lebih dari empat desa binaan. Desa binaan itu ditempatkan di 14 kabupaten yang masuk zona merah, termasuk Kabupaten Grobogan. Dengan program tersebut, terdapat perubahan yang cukup signifikan.Sementara itu, Bupati Sri Sumarni menyatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, prosentase penduduk miskin di Kabupaten Grobogan tahun 2018 turun menjadi 12,7 persen dari tahun sebelumnya sebesar 13,27 persen. Penurunan angka kemiskinan ini salah satunya berkat adanya program Gerakan Bersama Pengentasan Kemiskinan (Gebertaskin) yang membawa semangat kerjasama, gotong royong, sinergitas dengan berbagai pihak. Yakni, pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha dan masyarakat setempat. Reporter Dani AgusEditor Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler