Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Deklarasi lima pilar STBM ini dihadiri Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono. Hadir pula, Asisten II Ahmadi Widodo, Kepala Dinkes Slamet Widodo, Kepala Dispermasdes Sanyoto dan jajaran Forkopimcam Kedungjati.

Kades Klitikan Surinto mengungkapkan, maksud dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan motivasi, pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam mengelola program pembangunan, khususnya pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sehingga warga Desa Klitikan bisa memahami dan melakukan perilaku higienis dan sanitasi yang sehat serta dapat menjadi contoh bagi desa lain di sekitarnya.

Menurut Surinto, pihaknya mulai merintis pelaksanaan lima pilar STBM di desanya sejak tahun 2013 lalu. ’Kami berkomitmen dengan seluruh masyarakat untuk melakukan perilaku hidup sehat. Meski awalnya sulit, tapi sedikit demi sedikit masyarakat pasti akan terbiasa,” jelasnya pada wartawan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Moh Sumarsono mengungkapkan, peningkatan kualitas kesehatan merupakan salah satu upaya Pemkab Grobogan dalam menyejahterakan masyarakat. Menurutnya, dengan menanamkan perilaku hidup sehat sesuai lima pilar STBM, maka masyarakat akan terhindarkan dari bermacam penyakit.

“Kalau masyarakat sehat maka tidak perlu ada biaya untuk berobat. Sehingga, uang yang dimiliki bisa digunakan untuk menunjang perekonomian atau buat keperluan lainnya,” cetusnya.

Selain itu, penerapan lima pilar itu juga diharapkan dapat mengurangi angka kematian ibu dan anak yang masih cukup tinggi. Menurutnya, kematian ibu saat melahirkan tidak hanya karena proses persalinan saja. Namun, kondisi itu juga dipengaruhi oleh faktor kesehatan.Menurutnya, pilar pertama dalam STBM, yakni stop buang air besar sembarangan, sudah dilakukan di seluruh desa se-Kabupaten Grobogan. Sementara untuk pilar selanjutnya, baru beberapa desa yang melakukannya.“Kalau yang melaksanakan lima pilar STBM baru di Desa Klitikan ini. Saya harap ini bisa menjadi contoh bagi desa lainnya,” imbuhnya. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler