Gagal Diselamatkan, Enam Pohon Cemara di Bundaran Simpanglima Purwodadi Akhirnya Ditebang
Dani Agus
Kamis, 7 November 2019 16:51:50
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dari pantauan di lapangan, sejumlah petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan tampak sedang melakukan penebangan pada beberapa pohon cemara yang mati di sisi utara bundaran. Dalam penebangan ini, petugas juga mengerahkan crane untuk memangkas dahan dibagian atas, sebelum batang utama ditebang.
Kabid Tata Lingkungan DLH Grobogan Tri Retno Indriati saat dikonfirmasi membenarkan adanya penebangan pohon peneduh jenis cemara tersebut. Tindakan itu dilakukan karena kondisi pohon sudah mati dan membahayakan.
Menurut Indri, matinya pohon peneduh itu disebabkan faktor alami. Bukan imbas dari adanya proyek revitalisasi bundaran simpanglima yang masih berlangsung saat ini.
”Ada enam pohon yang ditebang dan semuanya jenis cemara. Nantinya, akan kita ganti dengan pohon baru. Tapi bukan jenis cemara lagi, kalau tidak salah pohon pule,” jelasnya, Kamis (7/11/2019).
Indri menegaskan, hingga saat ini, progres proyek revitalisasi sudah berkisar 95 persen. Sedangkan batas penyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak kerja berakhir pada 18 November mendatang.
Dijelaskan, pekerjaan revitalisasi bundaran simpanglima memang direncanakan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap I tahun 2018 lalu, kawasan simpanglima didesain dengan taman dalam, pedestrian taman, dan pembuatan drainase dengan sistem U-Ditch, pematangan lahan sampai level 80 centimeter dari level 0 jalan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



