Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penandatanganan berita acara penyerahan lokomotif kereta tua dari Perhutani KPH Cepu kepada Pemkab Blora untuk dipasang di taman seribu lampu sebagai salah satu ikon tematik sudah dilakukan beberapa hari lalu. Penandatanganan dilakukan oleh Administratur (Adm) Perhutani KPH Cepu Dadhut Sujanto bersama dengan Bupati Djoko Nugroho di kawasan Heritage Trainz Loco Tour, Ngelo.

“Sudah lama Bapak Bupati menginginkan lokomotif tua agar bisa dipasang sebagai salah satu ikon tematik di taman seribu lampu. Hal inipun kami sampaikan kepada Pak Kadivre Jateng, dan alhamdulillah diizinkan,” ungkap Adm Perhutani KPH Cepu Dadhut Sujanto.

Dijelaskan, barang yang diserahkan adalah lokomotif uap kuno C-2902 yang tadinya mangkrak di dalam depo milik Perhutani KPH Cepu. Pada masa lalu, lokomotif uap ini digunakan sebagai penarik lori pengangkut kayu hasil hutan dari lokasi tebangan menuju tempat penimbunan kayu (TPK) milik Perhutani.

Sedangkan lokomotif tua lainnya masih bisa dijalankan. Saat ini, lokomotif ini dipakai kegiatan wisata loko tour atau wisata sejarah kereta api yang dikembangkan oleh Perhutani KPH Cepu dengan salah satu pengembang dari Jawa Timur.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho mengucapkan terimakasih kepada Perhutani KPH Cepu dan jajarannya yang telah bersedia menyerahkan salah satu lokomotif tuanya untuk pendukung revitalisasi taman seribu lampu tersebut. Menurutnya, dengan adanya pemasangan lokomotif tua tersebut akan bisa dijadikan sarana edukasi bagi masyarakat.“Terimakasih kepada Pak Dadhut dan seluruh jajaran. Lokomotif uap yang sudah usang namun tetap gagah dan klasik ini akan kami pasang di taman seribu lampu sebagai salah satu kebanggaan bahwa di Cepu, Kabupaten Blora moda transportasi ini pernah berjaya. Daripada mangkrak, lebih baik dipasang di taman untuk mengedukasi masyarakat, khususnya kaum muda,” katanya. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler