Pembobol Brankas SP Pion Grobogan ternyata Sang Bendahara, Ini Alasannya
Dani Agus
Senin, 30 Desember 2019 21:30:44
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pelaku merupakan orang dalam yang menjabat sebagai bendahara SP PION sejak tiga tahun terakhir. Ironisnya, pelaku inilah yang sebelumnya telah melaporkan adanya kasus pencurian brankas ke Polsek Wirosari.
“Dari olah TKP yang kita lakukan, ditemukan ada sejumlah kejanggalan. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, pelaku akhirnya mengakui kalau dialah yang telah melakukan aksi kejahatan tersebut. Pelakunya hanya satu orang,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho didampingi Wakapolres Kompol Dwi Hendro Pudiyanto, dan Kasat Reskrim AKP Andi Mekuo saat jumpa pers, Senin (30/12/2019).
Bersama pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, satu buah brankas merek Topas ukuran 50x50 centimeter, satu buah laptop merek Asus, satu buah HP merek VIVO Y91, dan uang tunai sebanyak Rp 14.050.000.
Ronny menjelaskan, pada Sabtu kemarin sekitar pukul 10.30 WIB, beberapa staf serikat pekerja sempat dibikin kaget saat masuk ke ruang sekretariat SP PION yang ada di area pabrik PT Pungkook Indonesia di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari. Itu lantaran, mereka mendapati kondisi ruangan tampak acak-acakan dan brankas yang ada dekat tembok sebelah timur sudah raib.
Melihat kejadian ini, beberapa staf itu segera menghubungi Rahmat yang merupakan bendahara serikat pekerja. Saat datang ke ruangan tersebut, Rahmat sempat terlihat kaget dan selanjutnya melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Belakangan diketahui kalau aksi kejahatan itu ternyata dilakukan oleh Rahmat sendiri. Sebelum diketahui orang lain, Rahmat terlebih dulu sudah memasukkan brankas ke dalam karung. Kemudian, ia juga merusak laci meja kantor sekretariat untuk mengambil laptop serta HP yang selanjutnya dimasukkan dalam tas rangsel.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



