Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sehari sebelumnya, Senin (6/1/2020), korban sempat pamit mau pergi ke sawah. Namun, hingga malam harinya, korban tidak kunjung pulang dan dicari pihak keluarganya hingga akhirnya ditemukan tewas di areal sawah, pagi tadi.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa tersebut kali pertama diketahui oleh Suliyem (57), istri korban, sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, Suliyem melihat ada orang dalam posisi tengkurap ditengah areal tanaman padi.

Selanjutnya, ia memanggil beberapa petani lainnya yang ada disekitar lokasi untuk mengecek orang tersebut. Setelah diperiksa, orang yang tengkurap disawah tersebut adalah Marjan.

Setelah itu, warga kemudian menggotong tubuh korban yang sudah kaku ke rumahnya. Beberapa warga ada yang mengabarkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Kapolsek Penawangan AKP Saptono Widyo menyatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan atau kekerasan. Korban meninggal akibat terkena sengatan arus listrik yang dipasang untuk mengatasi hama tikus.
Kapolsek Penawangan AKP Saptono Widyo menyatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan atau kekerasan. Korban meninggal akibat terkena sengatan arus listrik yang dipasang untuk mengatasi hama tikus.“Jadi, korban ini meninggal karena kena sengatan listrik yang dipasang di sawahnya sendiri. Dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda kekerasan atau bekas penganiayaan,” jelasnya.Terkait dengan kejadian itu, Sapto sudah meminta pada perangkat desa setempat supaya menyampaikan peringatan pada warga agar tidak memasang aliran listrik di areal persawahan untuk mengatasi hama tikus. Soalnya, tindakan itu bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler