Banjir di Kecamatan Gubug Grobogan Surut, Warga Mulai Bersih-Bersih
Dani Agus
Jumat, 10 Januari 2020 16:33:48
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
“Sejak pagi tadi, air yang masuk rumah warga sudah mulai surut. Meski demikian, genangan air masih ada di areal persawahan, pekarangan yang posisinya rendah,” kata Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih, Jumat (10/1/2020).
Dijelaskan, untuk wilayah Kecamatan Gubug ada 12 desa yang mengalami musibah banjir. Yakni, Desa Penadaran, Glapan, Ngroto, Trisari, Ginggangtani, Kuwaron, Papanrejo, Kunjeng, Rowosari, Gubug, Jeketro, dan Ringinharjo.
Akibat bencana tersebut, ada sekitar 30 ribu orang yang terkena dampak banjir. Selain itu, ada ribuan hektar areal tanaman padi dan ribuan rumah warga yang sempat tergenang.
“Akibat banjir, ada tiga rumah warga yang hanyut, sembilan rumah rusak berat dan 19 rumah rusak ringan,” jelasnya.
Banjir akibat meluapnya Sungai Tuntang juga mengakibatkan jebolnya tanggul di sejumlah titik. Antara lain, dua titik di Desa Glapan, empat titik di Desa Ngroto, dua titik di Desa Trisari, satu titik di Desa Papanrejo, dan satu titik tanggul jebol di Desa Ringinharjo. Kemudian, ada rumah genset Bendung Glapan yang hanyut diterjang banjir.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



