Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, jumlah sambungan yang ditempati 24.201 kepala keluarga (KK) itu berada di 209 desa yang tersebar di 19 kecamatan. Rata-rata, keluarga yang dialiri pamsimas selalu kesulitasn saat kemarau datang.

“Seperti diketahui, kebutuhan air bersih di Grobogan memang cukup sulit didapatkan terutama saat kemarau. Oleh sebab itu, kehadiran Pamsimas ini dirasakan sangat membantu kebutuhan masyarakat akan air bersih,” kata Sri Sumarni saat meresmikan penggunaan Pamsimas secara simbolis di Dusun Pancan, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, Kamis (16/1/2020).

Pada tahun 2020 ini, lanjutnya, rencananya ada program Pamsimas untuk 15 desa. Terdiri dari 12 desa yang dibiayai dari dana APBN dan tiga desa dari dana APBD. “Pada tahun ini, ditargetkan ada penambahan 2.250 sambungan rumah lagi,” katanya.

[caption id="attachment_180589" align="alignnone" width="1280"] Bupati Sri Sumarni saat meresmikan penggunaan Pamsimas secara simbolis di Dusun Pancan, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, Kamis (16/1/2020). (MURIANEWS/Dani Agus)[/caption]

Menurut Sri, Pamsimas merupakan bagian dari program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang mencakup lima pilar sanitasi dasar. Yaitu, stop BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan air minum dan makanan rumah tangga, pengolahan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Menurut Sri, Pamsimas merupakan bagian dari program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang mencakup lima pilar sanitasi dasar. Yaitu, stop BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan air minum dan makanan rumah tangga, pengolahan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.Pamsimas menjadi salah satu program dalam penyediaan layanan air minum dengan menempatkan masyarakat bukan lagi sebagai subyek, tetapi menjadi obyek. Adapun berbasis masyarakat dimaknai bahwa seluruh komponen masyarakat menjadi pelaku utama dan terlibat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan Pamsimas.“Masyarakat diharapkan tidak hanya sebagai pengguna layanan, tetapi ikut bertanggungjawab atas suksesnya program ini secara berkelanjutan,” imbuhnya. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler