Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Disnakikan Blora Gundala Wijasena dengan Dekan Fakultas Peternakan Prof Ali Agus.

Penandatanganan yang dilangsungkan di ruang sidang besar gedung H1 lantai 3 Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta itu disaksikan Wakil Bupati Arief Rohman, dan Ketua Komisi B DPRD Blora Yuyus Waluyo.

Hadir pula dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda Samsul Arief, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Hariyanto serta para guru besar dan dosen di lingkungan Fakultas Peternakan UGM.

Kepala Disnakikan Blora Gundala Wijasena mengungkapkan, jumlah populasi sapi di wilayahnya memang menempati peringkat kedua terbanyak di Indonesia setelah Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.

Meski demikian, jumlah yang banyak ini belum diimbangi dengan kualitas ternak yang baik. Dari kondisi itulah pihaknya ingin agar Fakultas Peternakan UGM bisa membantu melalui program-program yang bisa dikerjasamakan.

“Jumlah sapi di Blora mencapai 260 ribu ekor. Namun hanya sebagai ‘raja kaya' orang desa, kondisi sapi mayoritas masih kurus-kurus. Dulu Gubernur DKI, semasa Ahok sempat datang ke Blora karena tertarik dengan sapi untuk memasok daging ke Jakarta. Namun karena sapinya kurang gemuk, maka niat ini belum terlaksana,” katanya.

Selain itu, pihaknya berharapa agar Fakultas Peternakan UGM bisa membantu upaya pendirian Rumah Potong Hewan (RPH) modern di Kabupaten Blora. Soalnya, hingga saat ini, Blora yang dikenal sebagai gudangnya sapi belum memiliki RPH yang representatif.Wakil Bupati Arief Rohman menambahkan, selain peningkatan kualitas sapi, pihaknya berharap Fakultas Peternakan UGM juga meningkatkan program KKN Tematik agar mahasiswa bisa melakukan transfer ilmu ke desa-desa di Kabupaten Blora.Kemudian membantu dan mengupayakan pendirian Rumah Potong Hewan (RPH), kerjasama teknologi pembuatan dan pengolahan pakan ternak, hingga pendampingan kontes ternak unggulan.“Muaranya nanti, kita ingin semua petani peternak di Blora bisa meningkat ekonominya. Apalagi sebagian besar penduduk Blora bergantung pada sektor pertanian dan peternakan. Untuk tahap awal harus ada desa yang siap dijadikan percontohan. Minimal per kecamatan ada satu desa yang siap jadi percontohan dan kelembagaannya bisa melalui BUMDes,” cetusnya. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler