Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat dalam acara pembukaan diklat penulisan Satu Kepala Sekolah Satu Buku di Hotel Grand Master Purwodadi, Senin (10/2/2020).

Menurut Amin, penyelenggaraan diklat penulisan itu dilakukan bekerja sama dengan Asosiasi Guru Penulis Grobogan (AGPG) dan Media Guru.

Sebelumnya, pihaknya sudah melangsungkan diklat Satu Guru Satu Buku (Sagusabu) dan Satu Siswa Satu Buku (Sasisabu). Hasil diklat ini dinilai berhasil karena pesertanya sudah bisa menghasilkan ratusan judul buku.

“Setelah guru dan siswa, saat ini kita targetkan para kepala sekolah juga bisa jadi penulis buku. Kita menargetkan di Kabupaten Grobogan punya seribu penulis baru dari kalangan pendidikan. Mulai dari guru, siswa, dan kepala sekolah,” jelas Amin.

Diklat yang dibuka Asisten III Pemkab Grobogan M Chanief itu diikuti 865 kepala sekolah dari tingkat TK dan SD. Diklat dibagi dalam tiga gelombang dan akan berlangsung selama enam hari karena banyaknya peserta.

Menurut Amin, kepala sekolah memiliki tugas utama sebagai pengelola jalannya pendidikan di sekolah. Setelah menjalankan tugas itu, kepala sekolah diharap menulis buku untuk menyalurkan literasi yang dimilikinya.
Menurut Amin, kepala sekolah memiliki tugas utama sebagai pengelola jalannya pendidikan di sekolah. Setelah menjalankan tugas itu, kepala sekolah diharap menulis buku untuk menyalurkan literasi yang dimilikinya.“Tugas rutinitas kepala sekolah itu dari pagi sampai siang. Setelah itu, masih banyak waktu yang dimiliki untuk menulis buku. Dengan demikian, penulisan buku tidak mengganggu tugas utama para kepala sekolah,” jelasnya.Sementara itu, Asisten III Setda Grobogan M Chanief mengungkapkan, Grobogan sudah dicanangkan sebagai kabupaten literasi sejak tahun 2016 lalu. Guna memajukan gerakan literasi di Grobogan, sudah banyak upaya yang dilakukan.“Saya mengapresiasi penyelenggaraan diklat ini. Melalui kegiatan ini, kepala sekolah sebagai pimpinan di satuan pendidikan diharapkan dapat menggerakan dan menggelorakan literasi disekolahnya,” katanya. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler