Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sosialisasi yang diberi tagar #112challenge tersebut dilakukan di dua tempat di kawasan kota Purwodadi. Yakni, di Taman Ir Soekarno dan Taman Segitiga Emas.

Dalam sosialisasi itu, juga dilakukan simulasi pelaporan. Caranya, masyarakat diminta berswafoto di photoboth atau area foto tiga dimensi yang telah disediakan.

Hasil foto dengan photoboth yang menggambarkan adanya banjir tersebut selanjutnya bisa dilaporkan melalui menu yang ada di laman petabencana.id.

Untuk proses pelaporan ada pilihannya melalui akun sosial media facebook, twitter, telegram atau aplikasi lokal. Dalam pengiriman foto itu, disebutkan jenis bencana hingga tingkatnya.

“Kebetulan yang kita simulasikan hari ini adalah pelaporan bencana banjir. Untuk pelaporan melalui laman petabencana.id itu ada petunjuknya dan tinggal diikuti saja,” kata Ketua ULD Penanggulangan Bencana Budi Hariyanto.

Ia menyatakan, kegiatan #112challenge tersebut diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara serentak di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat akan diberikan informasi cara melaporkan kejadian bencana di daerahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih mengatakan, sejauh ini, wilayah Grobogan termasuk rentan bencana alam, khususnya banjir. Dari 19 kecamatan yang ada, sebanyak 16 kecamatan memiliki potensi banjir.Rawannya wilayah di 16 kecamatan terhadap bencana banjir disebabkan banyak hal. Antara lain, adanya kiriman air dari kawasan dua pegunungan yang mengapit wilayah Grobogan. Yakni, Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan.“Kondisi banjir bisa terjadi jika curah hujan dikawasan pegunungan sangat tinggi. Karena volume air banyak maka tidak bisa tertampung ke sungai dan akhirnya meluap ke perkampungan penduduk. Wilayah yang rawan banjir kebanyakan berada di sekitar aliran sungai besar,” jelasnya.Selain banjir, wilayah Grobogan juga rentan pada bencana angin puting beliung dan tanah longsor. Ketika curah hujan tinggi seperti saat ini, membuat bencana banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor menjadi ancaman. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler