Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Camat Geyer Aries Ponco Wibowo mengungkapkan, jembatan di Sungai Kalipang sepanjang 33 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut patah pada salah satu bagian ujungnya pada Selasa (11/2/2020). Sehari sebelumnya, jembatan sudah ditutup karena landasannya terlihat ada retakan.

“Jadi, patahnya landasan itu tidak terjadi seketika. Tetapi, awalnya terlihat ada retakan dulu dan baru sehari berikutnya, salah satu ujung landasannya patah karena fondasi di bawahnya ambles. Patahnya jembatan terjadi akibat dampak meluapnya sungai,” jelas Aries, Kamis (13/2/2020).

Akibat kejadian itu, jembatan tersebut sempat tidak bisa diakses sama sekali. Untuk aktivitas menuju ibu kota kecamatan, warga terpaksa harus melewati jembatan gantung di luar Dusun Gemulung dan memutar lewat wilayah Boyolali yang jarak tempuhnya cukup jauh.

Agar tidak terlalu repot, warga akhirnya bergotong royong membuat landasan darurat dari bambu. Dengan upaya darurat, jembatan itu sudah bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Untuk akses kendaraan roda empat belum bisa. Kalau roda dua, sudah bisa lewat situ maupun jembatan gantung. Jadi, wilayah Dusun Gemulung ini berada di antara dua jembatan. Satu jembatan gantung, dan satunya lagi jembatan yang patah itu,” katanya.

Jembatan yang dibangun sekitar tahun 1995 tersebut statusnya adalah milik desa. Dengan demikian, pihak desa yang memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan.Meski demikian, pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPUPR Grobogan untuk membantu penanganan jembatan tersebut karena butuh biaya besar.“Untuk penanganan jembatan butuh dana besar dan pihak desa tidak mencukupi anggarannya. Oleh sebab itu kami minta bantuan ke DPUPR,” imbuhnya. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler