Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dari pantauan di lapangan, ada sejumlah perkampungan yang dilanda banjir tersebut. Antara lain, Kampung Jetis, Kuripan, Jengglong, Banaran, Jagalan, Jajar, Plindungan, dan Brambangan. Selain masuk rumah, genangan air juga tampak di jalan perkampungan.
Berdasarkan keterangan warga, banjir tersebut disebabkan masih tingginya elevasi dua sungai yang melintasi wilayah kota Purwodadi akibat hujan deras dalam dua hari terakhir. Yakni, Sungai Lusi yang ada di sebelah utara dan Sungai Glugu di sebelah timur kota Purwodadi.
“Sungai Glugu ini muaranya bertemu dengan Sungai Lusi. Kalau kedua sungai ini elevasinya sama-sama tinggi maka bisa dipastikan airnya meluap ke perkampungan. Jadi, banjir di kawasan kota saat ini, airnya ada yang berasal dari Sungai Glugu dan sebagian lainnya dari Sungai Lusi,” kata Eko Suryanto, warga Jetis, Kelurahan Purwodadi.
Sementara itu, Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih mengungkapkan, selain di kawasan kota, banjir juga terjadi di beberapa desa yang ada di pinggir aliran Sungai Lusi. Antara lain, Desa Kedungrejo, dan Karanganyar di Kecamatan Purwodadi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



