Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Grobogan Indartiningsih mengatakan, hingga saat ini, sudah ada 63 kampung KB yang tersebar di 19 kecamatan. Dari jumlah tersebut, baru ada satu yang statusnya Kampung KB Mandiri.

“Untuk yang mandiri baru di Dusun Sinawah ini. Lainnya, adalah Kampung KB biasa, belum mandiri,” katanya.

Menurutnya, tujuan pembentukan kampung KB adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dilingkungan paling bawah, yakni sebuah kampung. Pada pelaksanaannya, bukan hanya masalah KB saja yang akan diprioritaskan.

Di luar masalah KB, juga ada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menumbuhkan usaha kecil yang ada di kampung tersebut. Selain itu, upaya untuk menekan anak putus sekolah, pernikahan dini dan kenakalan remaja juga jadi sasaran lainnya.

Kampung KB ini diadakan sebagai salah satu upaya untuk menekan ledakan jumlah penduduk. Melalui Kampung KB ini diharapkan bisa memberikan kekuatan dan motivasi bagi masyarakat untuk menyadari pentingnya program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK).

“Saya rasa, Dusun Sinawah ini patut dicontoh. Soalnya, mereka berani mencanangkan Kampung KB secara mandiri, tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah saja. Kalau secara mendiri, kami yakin akan terus bertahan dan masyarakat akan merasakan manfaatnya,” ujarnya.Sementara itu, Camat Brati Joko Supriyanto menambahkan, beberapa waktu sebelumnya, Dusun Sinawah telah dicanangkan sebagai Kampung Kreatif. Ini, setelah warga setempat mampu membuat aneka macam kerajinan dari barang bekas. Dari pembuatan kerajinan ini, warga memiliki tambahan penghasilan.“Setelah kampung kreatif berjalan, warga ingin bergerak lebih baik lagi. Yakni mencanangkan dusunnya menjadi Kampung KB mandiri. Jadi, ini merupakan keinginan dari warga,” jelasnya. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler