Dalam rakor tersebut terungkap jika Pemkab Grobogan bakal membentuk tim gabungan dalam rangka mengantisipasi virus corona.
“Untuk mengantisipasi virus corona ini tidak bisa dilakukan satu instansi saja. Tetapi harus melibatkan stakeholder terkait. Oleh sebab itu, perlu dibentuk tim gabungan,” ungkap Sekda Grobogan Moh Sumarsono.
Ia menegaskan, untuk meminimalisir kecemasan masyarakat terhadap bahaya COVID-19 ini, pihaknya meminta Dinkominfo dan seluruh awak media bisa menyampaikan pemberitaan yang benar dan tidak menimbulkan kepanikan.
“Manfaatkan media sosial dengan baik. Sampaikan edukasi tentang virus corona dengan baik dan benar. Jangan sampai informasi yang disampaikan malah menakut-nakuti dan menimbulkan kepanikan masyarakat,” katanya.
Terkait adanya satu pasien RSUD dr R Soedjati yang dirawat di ruang isolasi, Sumarsono meminta masyarakat untuk tenang. Sebab, Dinas Kesehatan dan pihak RSUD sudah mengambil tindakan sesuai prosedur yang ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo mengatakan, sejauh ini, baru ada dua orang WNI yang dinyatakan positif terjangkit virus corona.
Sebagai upaya pencegahan, ada beberapa cara yang harus dilakukan mulai dari tingkatan dinas, rumah sakit, puskesmas, hingga masyarakat.
“Pada dasarnya yang bisa melawan virus itu adalah sistem kekebalan tubuh (imunitas) itu sendiri. Jadi yang lebih penting adalah menjaga pola hidup sehat agar tidak mudah tertular,” jelasnya.
“Pada dasarnya yang bisa melawan virus itu adalah sistem kekebalan tubuh (imunitas) itu sendiri. Jadi yang lebih penting adalah menjaga pola hidup sehat agar tidak mudah tertular,” jelasnya.
Baca: Baru Pulang dari Taiwan, Satu Warga Grobogan Dirawat di Ruang IsolasiPola hidup sehat itu dicontohkan dengan menjaga gizi makanan yang dikonsumsi, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.Selain itu juga harus membiasakan cuci tangan setelah beraktifitas di tempat umum agar kotoran dan kuman yang menempel tidak langsung terkena muka atau masuk ke dalam tubuh saat makan. Jika pola hidup sehat ini telah dijalankan, maka tidak perlu cemas akan terjangkit Covid-19.Pihaknya meminta seluruh stakeholder terkait bisa menyosialisasikan hal ini agar masyarakat tidak panik dan resah. Sosialisasi ini tidak hanya menjadi tugas tenaga kesehatan namun seluruh stakeholder terkait agar kecemasan masyarakat menurun. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha
MURIANEWS, Grobogan - Pemkab Grobogan menggelar rapat koordinasi (rakor) kesiapan penanganan dan kewaspadaan virus corona atau COVID-19 (corona virus december 2019) dengan berbagai instansi terkait, Kamis (5/3/2020).
Dalam rakor tersebut terungkap jika Pemkab Grobogan bakal membentuk tim gabungan dalam rangka mengantisipasi virus corona.
“Untuk mengantisipasi virus corona ini tidak bisa dilakukan satu instansi saja. Tetapi harus melibatkan stakeholder terkait. Oleh sebab itu, perlu dibentuk tim gabungan,” ungkap Sekda Grobogan Moh Sumarsono.
Ia menegaskan, untuk meminimalisir kecemasan masyarakat terhadap bahaya COVID-19 ini, pihaknya meminta Dinkominfo dan seluruh awak media bisa menyampaikan pemberitaan yang benar dan tidak menimbulkan kepanikan.
“Manfaatkan media sosial dengan baik. Sampaikan edukasi tentang virus corona dengan baik dan benar. Jangan sampai informasi yang disampaikan malah menakut-nakuti dan menimbulkan kepanikan masyarakat,” katanya.
Terkait adanya satu pasien RSUD dr R Soedjati yang dirawat di ruang isolasi, Sumarsono meminta masyarakat untuk tenang. Sebab, Dinas Kesehatan dan pihak RSUD sudah mengambil tindakan sesuai prosedur yang ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo mengatakan, sejauh ini, baru ada dua orang WNI yang dinyatakan positif terjangkit virus corona.
Sebagai upaya pencegahan, ada beberapa cara yang harus dilakukan mulai dari tingkatan dinas, rumah sakit, puskesmas, hingga masyarakat.
“Pada dasarnya yang bisa melawan virus itu adalah sistem kekebalan tubuh (imunitas) itu sendiri. Jadi yang lebih penting adalah menjaga pola hidup sehat agar tidak mudah tertular,” jelasnya.
Baca: Baru Pulang dari Taiwan, Satu Warga Grobogan Dirawat di Ruang Isolasi
Pola hidup sehat itu dicontohkan dengan menjaga gizi makanan yang dikonsumsi, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.
Selain itu juga harus membiasakan cuci tangan setelah beraktifitas di tempat umum agar kotoran dan kuman yang menempel tidak langsung terkena muka atau masuk ke dalam tubuh saat makan. Jika pola hidup sehat ini telah dijalankan, maka tidak perlu cemas akan terjangkit Covid-19.
Pihaknya meminta seluruh stakeholder terkait bisa menyosialisasikan hal ini agar masyarakat tidak panik dan resah. Sosialisasi ini tidak hanya menjadi tugas tenaga kesehatan namun seluruh stakeholder terkait agar kecemasan masyarakat menurun.
Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha