Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berdasarkan keterangan di lokasi, sebelum kejadian, sejumlah santriwati Ponpes Al-Lathifiyyah Dusun Sobotuwo itu sedang melangsungkan kerja bakti di lingkungan gedung madrasah baru.

Usai kerja bakti, para santriwati bermaksud untuk cuci tangan dan kaki di kolam bekas galian C. Lokasi kolam ini berada sekitar 20 meter di seberang gedung madrasah baru, tempat dilaksanakannya kerja bakti.

Para santriwati berjalan kaki menuju ke lokasi kolam. Sekitar lima orang di antaranya berjalan sambil bergandengan tangan.

Ketika sampai di pinggiran, salah satu satriwati terpeleset dan tercebur kolam yang berisi air dengan kedalaman sekitar dua meter itu.

Kejadian ini menyebabkan empat satriwati lainnya yang tadinya bergandengan tangan ikut tercebur kolam dan akhirnya tenggelam karena tidak bisa berenang.

Melihat kejadian ini, beberapa teman korban ada yang berinisiatif menolong sambil berteriak minta tolong.

Tidak lama kemudian, Pengasuh Ponpes KH Wahyudi datang ke lokasi untuk menolong. Namun nahas, Pak Kiai justru ikut tenggelam, dan nyawanya tak terselamatkan.

Puluhan warga sekitar yang datang ke lokasi kejadian hanya bisa menyelamatkan dua orang santriwati. Sementara lima santriwati lainnya serta pengasuh ponpes baru bisa ditemukan beberapa saat berikutnya dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga:Identitas santriwati yang menjadi korban adalah Shofa Lu'lu'ul Maknun (17), warga Desa Temon, Kecamatan Brati. Kemudian, Susi Susanti (18), warga Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan; Nazila (13), warga Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo.Nama korban berikutnya adalah Lina (17), warga Desa Katekan, Kecamatan Brati, dan Istiroqin (13), warga Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi.Kapolsek Brati AKP Asep Priyana menyatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait kejadian itu karena masih perlu meminta keterangan dari sejumlah pihak serta melakukan penyelidikan.“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini. Mengenai korban meninggal, semuanya sudah kami serahkan pada keluarganya masing-masing,” imbuhnya. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler