Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Seharusnya pria ini masih menjalani isolasi mandiri di Semarang. Namun, yang bersangkutan justru pulang ke kampung halamannya di Grobogan, pada Jumat (10/4/2020) lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo pada wartawan, Selasa (14/4/2020).

Slamet menjelaskan, pasien Covid-19 kedua ini adalah seorang pemuda berusia 24 tahun yang bekerja sebagai satpam di RSUP dr Kariadi Semarang.

Beberapa waktu lalu, orang ini sempat mengalami gejala seperti terpapar Covid-19 dan dirawat di ruang isolasi rumah sakit di tempatnya bekerja.

Baca: Grobogan Tambah Satu Pasien Corona, Satpam RSUP Kariadi Asal Pulokulon

Setelah beberapa hari dirawat, kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang untuk menjalani isolasi mandiri.

Sebelum pulang dari rumah sakit, yang bersangkutan sudah sempat diambil sampel lendirnya untuk diuji laboratorium.

Usai pulang dari rumah sakit, yang bersangkutan sempat beberapa hari menjalani isolasi mandiri di ruman dinas direktur RSUP dr Kariadi. Kemudian, pada Jumat (10/4/2020), ia mudik ke kampung halamannya tanpa minta izin.

“Jadi, harusnya masih menjalani isolasi mandiri. Namun, yang bersangkutan ini malah pulang kampung alasannya karena ada peringatan 40 hari meninggalnya ibunya,” katanya.

Selama berada di kampung, ia sempat kontak dengan banyak orang, selain keluarga dan kerabatnya.Sebab, pada hari Minggu dan Senin kemarin, ia sempat olahraga bola voli dengan pemuda di kampungnya.Kemudian, di rumahnya juga sempat ada hajatan peringatan 40 hari kematian itu. Namun, dalam prosesi ini tidak mengundang orang.Pada Selasa pagi tadi, hasil uji swab keluar dan menyatakan kalau yang bersangkutan positif Covid-19.Setelah menerima informasi ini, pihaknya langsung melakukan penjemputan dan membawanya kembali ke RSUP dr Kariadi Semarang serta melakukan kontak tracking.“Ini, petugas masih melakukan tracking. Selain keluarga, ada banyak orang yang sempat kontak dengan orang itu. Nanti, mereka akan kami rapid test,” kata Slamet.  Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler