Selama proses pengambilan sampel lendir ini sebanyak dua kali tersebut, kelima orang itu sementara harus menginap di ruang isolasi RSUD Purwodadi. Namun, setelah selesai, kelimanya kembali harus menjalani perawatan di tempat sebelumnya.
Yakni, di ruang isolasi RSUD Ki Ageng Getas Pendowo yang berada di Kecamatan Gubug sampai hasil uji laboratnya keluar dalam kurun 7-10 hari mendatang.
“Pengambilan sampel kita lakukan Senin dan Selasa kemarin. Sampelnya kami kirimkan ke laboratorium di Yogyakarta,” kata Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo, Rabu (22/4/2020).
Menurutnya, kondisi kelima orang itu dinilai cukup bagus. Meski demikian, mereka tetap ditempatkan di rumah sakit sampai keluar hasil uji swabnya.
Hal itu dilakukan sebagai langkah kehati-hatian dan memudahkan pengawasan.
Slamet menjelaskan, uji swab dilakukan setelah rapid test terhadap kelima orang itu hasilnya reaktif.
Kelima orang ini terkait dengan pasien positif Covid-19 keempat di Grobogan yang asalnya dari Kecamatan Karangrayung. Mereka ini adalah tetangga dan kerabat dari pasien positif Covid-19 berjenis kelamin perempuan berusia 40 tahun tersebut.
“Jadi, dari tracking yang kami lakukan, ada lima orang yang hasil rapid testnya reaktif. Untuk memastikan mereka terpapar Covid-19 atau tidak, perlu kita lakukan dengan uji swab,” sambungnya.
“Jadi, dari tracking yang kami lakukan, ada lima orang yang hasil rapid testnya reaktif. Untuk memastikan mereka terpapar Covid-19 atau tidak, perlu kita lakukan dengan uji swab,” sambungnya.Sebelumnya, sudah ada tiga orang yang dinyatakan positif Covid-19. Yakni, perempuan berusia 47 tahun dari Kecamatan Geyer, pemuda 24 tahun dari Kecamatan Pulokulon, dan pria berusia 43 tahun dari Kecamatan Karangrayung.“Untuk tracking terhadap tiga pasien positif lainnya sudah kita lakukan dan sudah dilakukan rapid test juga. Hasilnya, nonreaktif semua. Meski demikian, warga setempat melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” katanya.Sedangkan untuk tracking terhadap pasien positif Covid-19 kelima dan keenam yang sudah meninggal dunia pekan lalu, masih terus dilakukan.Kedua pasien ini adalah seorang pria berusia 49 tahun dari Kecamatan Godong yang meninggal tanggal 15 April di RSUP Kariadi Semarang. Satu lagi adalah pria berusia 70 tahun dari Kecamatan Gubug yang meninggal di RST Salatiga tanggal 17 April.Sebelum meninggal, kedua pasien dalam pengawasan (PDP) ini sempat diambil sampel lender tenggorokannya untuk diuji swab. Hasil uji swab yang diterima Selasa (22/4/2020) menyatakan kalau keduanya terkonfirmasi positif Covid-19. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha
MURIANEWS, Grobogan - Sebanyak lima tetangga pasien corona asal Kecamatan Karangrayung, Grobogan, sudah diambil sampel lendir tenggorokannya untuk diuji swab di laboratorium. Pengambilan sampel lendir dilakukan di RSUD Purwodadi dalam kurun waktu dua hari.
Selama proses pengambilan sampel lendir ini sebanyak dua kali tersebut, kelima orang itu sementara harus menginap di ruang isolasi RSUD Purwodadi. Namun, setelah selesai, kelimanya kembali harus menjalani perawatan di tempat sebelumnya.
Yakni, di ruang isolasi RSUD Ki Ageng Getas Pendowo yang berada di Kecamatan Gubug sampai hasil uji laboratnya keluar dalam kurun 7-10 hari mendatang.
“Pengambilan sampel kita lakukan Senin dan Selasa kemarin. Sampelnya kami kirimkan ke laboratorium di Yogyakarta,” kata Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo, Rabu (22/4/2020).
Menurutnya, kondisi kelima orang itu dinilai cukup bagus. Meski demikian, mereka tetap ditempatkan di rumah sakit sampai keluar hasil uji swabnya.
Hal itu dilakukan sebagai langkah kehati-hatian dan memudahkan pengawasan.
Slamet menjelaskan, uji swab dilakukan setelah rapid test terhadap kelima orang itu hasilnya reaktif.
Kelima orang ini terkait dengan pasien positif Covid-19 keempat di Grobogan yang asalnya dari Kecamatan Karangrayung. Mereka ini adalah tetangga dan kerabat dari pasien positif Covid-19 berjenis kelamin perempuan berusia 40 tahun tersebut.
“Jadi, dari tracking yang kami lakukan, ada lima orang yang hasil rapid testnya reaktif. Untuk memastikan mereka terpapar Covid-19 atau tidak, perlu kita lakukan dengan uji swab,” sambungnya.
Sebelumnya, sudah ada tiga orang yang dinyatakan positif Covid-19. Yakni, perempuan berusia 47 tahun dari Kecamatan Geyer, pemuda 24 tahun dari Kecamatan Pulokulon, dan pria berusia 43 tahun dari Kecamatan Karangrayung.
“Untuk tracking terhadap tiga pasien positif lainnya sudah kita lakukan dan sudah dilakukan rapid test juga. Hasilnya, nonreaktif semua. Meski demikian, warga setempat melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” katanya.
Sedangkan untuk tracking terhadap pasien positif Covid-19 kelima dan keenam yang sudah meninggal dunia pekan lalu, masih terus dilakukan.
Kedua pasien ini adalah seorang pria berusia 49 tahun dari Kecamatan Godong yang meninggal tanggal 15 April di RSUP Kariadi Semarang. Satu lagi adalah pria berusia 70 tahun dari Kecamatan Gubug yang meninggal di RST Salatiga tanggal 17 April.
Sebelum meninggal, kedua pasien dalam pengawasan (PDP) ini sempat diambil sampel lender tenggorokannya untuk diuji swab. Hasil uji swab yang diterima Selasa (22/4/2020) menyatakan kalau keduanya terkonfirmasi positif Covid-19.
Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha