Tukang Batu di Grobogan Tertular Corona, Total Kasus Corona Jadi 14 Orang
Dani Agus
Selasa, 5 Mei 2020 14:46:35
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
“Ada satu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil uji swab yang kita terima. Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Grobogan sampai hari ini ada 14 orang,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Grobogan Endang Sulistyoningsih dalam jumpa pers, Selasa (5/5/2020).
Endang menjelaskan, satu kasus positif Covid-19 terbaru adalah seorang pria berusia 56 tahun dari Kecamatan Grobogan. Saat ini, pasien tersebut masih menjalani perawatan di RSUD Ki Ageng Selo Wirosari.
Tiga hari sebelumnya, ada penambahan tiga kasus positif Covid-19. Satu di antaranya adalah seorang bayi laki-laki berusia satu bulan yang beralamat di Kecamatan Tanggungharjo. Saat ini, pasien tersebut masih menjalani perawatan di RSUD Wongsonegoro Semarang.
Endang menambahkan, untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal ada dua orang. Yakni, seorang pria berusia 49 tahun dari Kecamatan Godong yang meninggal tanggal 15 April di RSUP Kariadi Semarang dan pria berusia 70 tahun dari Kecamatan Gubug yang meninggal di RSPAW Salatiga tanggal 17 April.
“Total pasien positif Covid-19 di Grobogan ada 14 orang. Rinciannya, dua sembuh, dua meninggal, dan sepuluh orang masih dirawat,” pungkasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo menambahkan, pasien positif Covid-19 terbaru itu profesinya adalah tukang batu yang sering bekerja ke luar kota.
Dijelaskan, dari penelusuran yang dilakukan, yang bersangkutan pada bulan Maret pernah kerja sekitar satu bulan di Jepara. Setelah itu, pindah kerja ke Semarang sekitar tiga pekan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



