Sehari sebelumnya, jumlah pasien positif Covid-19 tercatat masih sembilan orang.
Dengan tambahan tiga orang ini, totalnya saat ini ada 12 orang kasus positif corona. Rinciannya, tiga meninggal dan sembilan masih dirawat di rumah sakit.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora Lilik Hernanto mengatakan, dari 12 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ini, setengahnya atau enam orang di antaranya merupakan klaster Temboro.
Yakni, warga Blora yang merupakan santri dari Pondok Pesantren Temboro, Magetan, Jawa Timur.
“Sedangkan untuk reaktif rapid test yang kami lakukan, sudah ada 52 orang, ini belum keluar hasil swabnya,” katanya.
Oleh karenanya semua pihak harus lebih waspada, karena masih ada peluang penambahan kasus positif Covid-19. Karena sudah ada 52 yang reaktif
rapid test dan masih menunggu hasil swabnya.
Pihaknya juga menekankan bahwa penyebaran dari hari ke hari semakin meningkat, sehingga masyarakat diminta lebih disiplin dan lebih taat.
Pihaknya juga menekankan bahwa penyebaran dari hari ke hari semakin meningkat, sehingga masyarakat diminta lebih disiplin dan lebih taat.Dirinya juga menekankan kepada masyarakat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Semuanya diminta kompak untuk bersama-sama disiplin.“Kalau kita tidak mematuhi imbauan pemerintah, penyakit ini tidak akan bisa dicegah, dan bisa menyebar. Tolong dengan sungguh-sungguh, kita semuanya harus disiplin cuci tangan pakai sabun, di rumah saja, wajib pakai masker jika terpaksa keluar, hindari kerumunan. Jika tidak pakai masker, bahaya, musuh kita tidak kasat mata. Ini virus, tidak ada yang tahu, sangat bahaya,” ujar Lilik.Apalagi lanjut Lilik, saat ini sudah ada 21 tenaga medis dari RSUD Blora dan RSUD Cepu yang harus menjalani isolasi karena
rapid test-nya reaktif.“Tolong, kalau tenaga kesehatan kita sudah banyak yang terpapar mau kemana lagi kalau nanti sakit. Satu satunya jalan, kita harus meningkatkan kekebalan diri kita sendiri. Jangan main-main dengan virus ini,” tegasnya. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha
MURIANEWS, Blora - Jumlah pasien virus corona atau Covid-19 di Blora bertambah lagi, Selasa (12/5/2020). Ini, menyusul adanya penambahan tiga orang lagi yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Sehari sebelumnya, jumlah pasien positif Covid-19 tercatat masih sembilan orang.
Dengan tambahan tiga orang ini, totalnya saat ini ada 12 orang kasus positif corona. Rinciannya, tiga meninggal dan sembilan masih dirawat di rumah sakit.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora Lilik Hernanto mengatakan, dari 12 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ini, setengahnya atau enam orang di antaranya merupakan klaster Temboro.
Yakni, warga Blora yang merupakan santri dari Pondok Pesantren Temboro, Magetan, Jawa Timur.
“Sedangkan untuk reaktif rapid test yang kami lakukan, sudah ada 52 orang, ini belum keluar hasil swabnya,” katanya.
Oleh karenanya semua pihak harus lebih waspada, karena masih ada peluang penambahan kasus positif Covid-19. Karena sudah ada 52 yang reaktif rapid test dan masih menunggu hasil swabnya.
Pihaknya juga menekankan bahwa penyebaran dari hari ke hari semakin meningkat, sehingga masyarakat diminta lebih disiplin dan lebih taat.
Dirinya juga menekankan kepada masyarakat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Semuanya diminta kompak untuk bersama-sama disiplin.
“Kalau kita tidak mematuhi imbauan pemerintah, penyakit ini tidak akan bisa dicegah, dan bisa menyebar. Tolong dengan sungguh-sungguh, kita semuanya harus disiplin cuci tangan pakai sabun, di rumah saja, wajib pakai masker jika terpaksa keluar, hindari kerumunan. Jika tidak pakai masker, bahaya, musuh kita tidak kasat mata. Ini virus, tidak ada yang tahu, sangat bahaya,” ujar Lilik.
Apalagi lanjut Lilik, saat ini sudah ada 21 tenaga medis dari RSUD Blora dan RSUD Cepu yang harus menjalani isolasi karena rapid test-nya reaktif.
“Tolong, kalau tenaga kesehatan kita sudah banyak yang terpapar mau kemana lagi kalau nanti sakit. Satu satunya jalan, kita harus meningkatkan kekebalan diri kita sendiri. Jangan main-main dengan virus ini,” tegasnya.
Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha