Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Lokasi kejadian berada di samping timur kantor Bappeda Grobogan atau depan apotek Satria. Petugas dilengkapi alat pelindung diri (APD) diterjunkan untuk mengevakuasi mayat tersebut.

Ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan. Apalagi saat ini virus corona tengah mewabah.

Korban diketahui bernama Suprat (65), warga Kecamatan Gabus, Grobogan. Saat ditemukan tergeletak di trotoar, pria tersebut mengenakan celana panjang, baju motif batik warna merah, jaket warna hitam dan ada tas kulit cokelat yang dikalungkan di lehernya.

Semula, pria itu dikira sedang berteduh di bawah pohon angsana hingga ketiduran. Namun, warga akhirnya merasa curiga karena setelah dipanggil beberapa kali, orang itu tidak menunjukkan reaksi. Selanjutnya, warga melaporkan peristiwa itu pada pihak kepolisian.

Tidak lama kemudian, polisi dan tim medis dari Puskesmas Purwodadi I yang mengenakan APD sudah tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Purwodadi yang jaraknya hanya sekitar 300 meter dari lokasi kejadian, guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Purwodadi AKP Sudarwati mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban. Diduga, korban meninggal akibat terkena serangan jantung.Dugaan itu juga dikuatkan dengan ditemukannya kantong plastik warna hitam milik korban yang didalamnya terdapat beberapa jenis obat.Ia menyebut, dari keterangan dokter RSUD Purwodadi, beberapa jenis obat-obatan tersebut merupakan obat sakit jantung.“Dari hasil pemeriksaan visum dan dengan ditemukannya obat tersebut, diduga korban meninggal karena serangan jantung. Tidak ada bekas penganiayaan pada tubuh korban,” katanya. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler