Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Antara lain di ruas jalan raya menuju arah Semarang, Pati, Boyolali dan Solo. Adanya tumpukan sampah itu sering dikeluhkan warga. Terlebih, saat hujan turun.

Sebab, ketika terkena air hujan, tumpukan sampah seringkali mengeluarkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga sekitar maupun pengendara.

Kasi Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Grobogan Noer Rochman menyatakan, tempat pembuangan sampah liar akhir-akhir ini juga muncul di sepanjang ruas jalan alternatif Penawangan-Truko. Sedikitnya, ada empat titik yang dijadikan tempat pembuangan sampah liar di jalur tersebut.

“Beberapa hari lalu, sampah yang di jalur itu sudah kami angkut. Ada hampir satu truk sampahnya,” katanya, Sabtu (6/6/2020).

Kemudian, untuk penanganan sampah yang dibuang di pinggir jalan raya Godong-Semarang sudah dilakukan dengan mengambil sampah secara rutin.

Namun, upaya ini memang belum bisa maksimal. Soalnya, volume sampah yang dibuang tiap hari cukup banyak.
Namun, upaya ini memang belum bisa maksimal. Soalnya, volume sampah yang dibuang tiap hari cukup banyak.Untuk sampah yang ada di jalur Godong-Juwangi memang baru bisa diangkut secara berkala, karena keterbatasan armada. Sebagai solusi, pihaknya sudah menempatkan kontainer di lokasi tersebut.“Kontainer sudah ada tetapi sampahnya jarang dimasukkan ke situ. Masih banyak yang buang sampahnya di pinggir jalan. Hal ini juga butuh kesadaran warga supaya jangan buang sampah di pinggir jalan raya,” jelasnya.Menurutnya, idealnya disetiap kecamatan memang harus ada tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) atau lokasi untuk menempatkan kontainer.Namun, untuk membuat TPSS ini kendalanya adalah sulitnya mendapatkan lahan dan butuh dana yang tidak sedikit.Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler