Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Hari ini ada penambahan 10 kasus Positif Covid-19 yang terkonfirmasi lewat tes swab laboratorium PCR,” kata Kasi Pidana Kejari Blora Rendy Indro saat jumpa pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Blora, Selasa (16/6/2020).

Dengan tambahan ini, jumlah komulatif kasus positif corona di Blora jadi 40 kasus. Dengan rincian 31 pasien dirawat, enam sembuh dan tiga meninggal.

Sedangkan kasus reaktif rapid test turun menjadi 69 orang, PDP masih ada enam orang yang diawasi, ODP ada 27 yang dipantau, dan ada 88 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Dengan adanya penambahan ini, potensi penularan di Kabupaten Blora masih terjadi. Oleh karena itu, pihaknya minta agar masyarakat terus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, agar penularan dan persebaran virus ini bisa ditekan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora Lilik Hernanto menjelaskan, adanya 10 kasus Covid-19 yang baru diketahui setelah 32 hasil pemeriksaan swab keluar hari ini.

“Kami prihatin hari ini ada 32 hasil pemeriksaan swab yang turun. Hasilnya ada 10 yang positif Covid-19, sedangkan 22 sisanya hasilnya negatif. Jadi jumlah komulatif ada 40 kasus, kemarin masih 30,” ujarnya.

Baca: Belasan Pasien Covid-19 di Blora Dijemput Paksa Pihak Keluarga dari Tempat Isolasi
Baca: Belasan Pasien Covid-19 di Blora Dijemput Paksa Pihak Keluarga dari Tempat IsolasiDijelaskan, dari penambahan 10 kasus Covid-19 yang baru ini, berasal dari delapan OTG yang sempat mengikuti rapid test massal di pasar, dan fasilitas umum lainnya. Sedangkan dua orang lainnya adalah ODP (ibu akan melahirkan dan satu punya penyakit penyerta).“Dari pedagang Pasar Sido Makmur ada dua pedagang yang positif, selebihnya tersebar. Dari 10 kasus ini Kecamatan Blora tiga orang, Tunjungan empat orang, Banjarejo satu orang, dan Cepu dua orang,” ungkapnya.Menurutnya, kondisi ini menjadi peringatan agar masyarakat hati-hati karena masih ada penularan di Kabupaten Blora. Warga diminta lebih berhati-hati karena Blora ternyata belum aman.“Kendalanya memang lamanya waktu hasil swab yang turun, sehingga menjadi kesulitan kita untuk mengetahui positif atau tidaknya. Walaupun kesepuluh kasus baru ini semuanya sudah melakukan isolasi mandiri. Semuanya merupakan hasil tracking dari kasus kasus sebelumnya termasuk kontak penderita,” tambahnya. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler