Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Seperti diketahui, pada sejak Senin (9/6/2020) hingga Minggu (14/6/2020), ada penambahan 11 kasus, kecuali hari Sabtu (13/6/2020) yang nihil kasus baru.

Kemudian, Senin (15/6/2020), ada tambahan lima kasus positif corona. Selanjutnya, ada penambahan 14 kasus corona sekaligus pada Selasa (16/6/2020). Sementara pada Rabu hingga Jumat (19/6/2020) tidak ada penambahan kasus baru.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan Slamet Widodo mengungkapkan, salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan kasus positif Covid-19 yakni, terkait dengan pelaksanaan rapid test massal di sejumlah tempat keramaian dan perkantoran sejak sebelum Lebaran lalu. Pelaksaan rapid test massal ini digelar hampir di seluruh daerah, termasuk di Grobogan.

Dari pelaksanaan kegiatan ini, ada cukup banyak yang hasilnya reaktif. Kemudian, mereka yang reaktif rapid test itu dilakukan uji swab untuk memastikan kondisinya terpapar Covid-19 atau tidak.

Dari hasil uji swab itulah akhirnya diketahui jika ada sebagian di antaranya yang dipastikan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sebagian kasus baru ini awalnya sempat reaktif saat rapid test. Beberapa di antaranya ini, ada yang ikut rapid test-nya di sejumlah pasar di Semarang dan Demak karena profesinya pedagang di sana. Jadi, dari tambahan kasus baru ini sebagian besar adalah dari hasil pelaksanaan rapid test massal,” jelasnya, Jumat (19/6/2020).
“Sebagian kasus baru ini awalnya sempat reaktif saat rapid test. Beberapa di antaranya ini, ada yang ikut rapid test-nya di sejumlah pasar di Semarang dan Demak karena profesinya pedagang di sana. Jadi, dari tambahan kasus baru ini sebagian besar adalah dari hasil pelaksanaan rapid test massal,” jelasnya, Jumat (19/6/2020).Selain itu, ada kasus positif corona karena tertular dari rumah sakit atau infeksi nosokomial serta dari daerah zona merah.Menurutnya, kondisi ini menjadi peringatan agar masyarakat tetap waspada dan makin disiplin menjalankan protokol kesehatan.Antara lain dengan memakai masker, jaga jarak, hindari berkerumun, dan rajin mencuci tangan pakai sabun untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler