Menurut Komang, hingga hari ini kasus positif Covid-19 totalnya ada 43 kasus atau tidak ada penambahan. Rinciannya, 33 dirawat, enam sembuh, dan empat meninggal dunia.
Sedangkan jumlah OTG masih ada 81 orang, ODP ada 25 orang, PDP ada 5 orang, dan reaktif
rapid test masih ada 54 orang. Untuk yang reaktif ini akan segera diambil swab nya untuk memastikan positif tidaknya terpapar Covid-19.
”Melihat angka Covid-19 yang masih tinggi ini, mari kita taati protokol kesehatan untuk memutus penularan virus ini karena hingga sekarang belum ada obatnya, belum ada vaksinnya. Sehingga kami terus mengimbau agar pakai masker ketika keluar, jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun,” terangnya, saat jumpa pers, Jumat (19/6/2020).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora Lilik Hernanto menambahkan, pihaknya sampai hari ini sudah melakukan pemeriksaan swab PCR sejumlah 323 spesimen. Adapun
rapid test sudah dilakukan pada 4.176 orang.
“Memang dalam tiga hari terakhir ada penambahan cukup mengejutkan. Dua pekan lalu stagnan di 30 kasus, dua hari terakhir ada penambahan 11 kasus dan kemarin ada dua kasus sehingga total 43 kasus. Sedangkan yang meninggal kemarin ada satu kasus, sehingga yang meninggal total empat kasus,” terang Lilik.
Kemudian untuk 17 pasien klaster Temboro yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah, pihaknya sudah meminta bantuan camat, kades, dan puskesmas terdekat untuk terus memantau.“Asupan gizinya selama isolasi di rumah juga harus diperhatikan untuk peningkatan daya tahan tubuh. Jadi tidak hanya berdiam diri di rumah saja. Mudah-mudahan dengan pulang di rumah, psikologinya bagus, tidak stres dan segera sembuh,” ucapnya.Untuk masyarakat sekitar, pihaknya meminta agar tidak takut berlebihan. Cukup jaga jarak, tidak kontak langsung, tidak berdekatan, pakai masker, jangan bersalaman, selalu cuci tangan pakai sabun untuk mencegah penularan.“Tetap tenang dan waspada. Mari kita tunjukkan masyarakat yang bergotong royong,
jogo tonggo untuk ikut memelihara dan menjaga tetangga kita. Bukan mendiskriminasi, bukan mengisolasi, dan mendiskreditkan mereka,” pesannya.Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha
MURIANEWS, Blora - Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi menyampaikan, hingga kini masih ada potensi penularan Covid-19 di Blora. Dengan kondisi ini, maka masyarakat diminta untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas.
Menurut Komang, hingga hari ini kasus positif Covid-19 totalnya ada 43 kasus atau tidak ada penambahan. Rinciannya, 33 dirawat, enam sembuh, dan empat meninggal dunia.
Sedangkan jumlah OTG masih ada 81 orang, ODP ada 25 orang, PDP ada 5 orang, dan reaktif rapid test masih ada 54 orang. Untuk yang reaktif ini akan segera diambil swab nya untuk memastikan positif tidaknya terpapar Covid-19.
”Melihat angka Covid-19 yang masih tinggi ini, mari kita taati protokol kesehatan untuk memutus penularan virus ini karena hingga sekarang belum ada obatnya, belum ada vaksinnya. Sehingga kami terus mengimbau agar pakai masker ketika keluar, jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun,” terangnya, saat jumpa pers, Jumat (19/6/2020).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora Lilik Hernanto menambahkan, pihaknya sampai hari ini sudah melakukan pemeriksaan swab PCR sejumlah 323 spesimen. Adapun rapid test sudah dilakukan pada 4.176 orang.
“Memang dalam tiga hari terakhir ada penambahan cukup mengejutkan. Dua pekan lalu stagnan di 30 kasus, dua hari terakhir ada penambahan 11 kasus dan kemarin ada dua kasus sehingga total 43 kasus. Sedangkan yang meninggal kemarin ada satu kasus, sehingga yang meninggal total empat kasus,” terang Lilik.
Kemudian untuk 17 pasien klaster Temboro yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah, pihaknya sudah meminta bantuan camat, kades, dan puskesmas terdekat untuk terus memantau.
“Asupan gizinya selama isolasi di rumah juga harus diperhatikan untuk peningkatan daya tahan tubuh. Jadi tidak hanya berdiam diri di rumah saja. Mudah-mudahan dengan pulang di rumah, psikologinya bagus, tidak stres dan segera sembuh,” ucapnya.
Untuk masyarakat sekitar, pihaknya meminta agar tidak takut berlebihan. Cukup jaga jarak, tidak kontak langsung, tidak berdekatan, pakai masker, jangan bersalaman, selalu cuci tangan pakai sabun untuk mencegah penularan.
“Tetap tenang dan waspada. Mari kita tunjukkan masyarakat yang bergotong royong, jogo tonggo untuk ikut memelihara dan menjaga tetangga kita. Bukan mendiskriminasi, bukan mengisolasi, dan mendiskreditkan mereka,” pesannya.
Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha