Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Lilik menyatakan, hingga hari ini pihaknya masih memiliki 700 alat rapid test. Pihaknya juga mendorong agar ada penambahan swab test.

Sejauh ini, pihaknya sudah melaksanakan 511 swab test yang hasilnya sebanyak 429 negatif, 51 positif, dan 31 masih proses menunggu hasil. Sedangkan kasus positif Covid-19 hingga kini ada 59.

“Kalau bisa alat swabnya juga ditambah. Jika dibanding rapid test, kami menyarankan untuk membeli mobil test PCR untuk pemeriksaan swab agar kedepan Blora bisa lebih cepat lagi dalam mendeteksi Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Bupati Djoko Nugroho menyambut baik saran tersebut. Ia meminta agar pembelian mobil test PCR ini bisa diupayakan dalam perubahan anggaran APBD 2020.

Djoko meminta agar seluruh OPD yang terkait pencegahan dan penanggulangan Covid-19 untuk terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Pasalnya, hingga kini dampak pandemi semakin beragam.

“Kita semuanya harus tetap semangat. Semua anggaran yang sudah disusun agar bisa segera dilaksanakan sehingga masyarakat bisa menikmati manfaatnya. Apalagi di era new normal yang secara pelan-pelan mulai kita buka di Blora,” tegasnya.

Djoko menambahkan, saat ini Blora termasuk 10 daerah dengan potensi penularan terendah di Jawa Tengah. Sehingga penerapan new normal atau adaptasi kebiasaan baru mulai dibuka pelan-pelan.
Djoko menambahkan, saat ini Blora termasuk 10 daerah dengan potensi penularan terendah di Jawa Tengah. Sehingga penerapan new normal atau adaptasi kebiasaan baru mulai dibuka pelan-pelan.“Meskipun mulai new normal, kegiatan pencegahan harus terus dilakukan seperti penyemprotan desinfektan di tempat publik harus tetap dilaksanakan,” terangnya.Meskipun new normal, persebaran dan penanganan virus corona tetap diantisipasi, dicegah, dan diobati. Namun demikian roda ekonomi harus tetap jalan sesuai protokol kesehatan.“Program Jogo Tonggo tetap dilakukan. Bantuan yang ada untuk Jogo Tonggo segera diberikan. Jangan terlalu lama di sini, segera disalurkan ke desa-desa. Jogo tonggo untuk seterusnya segera bentuk tim, pelatih dan segera dibagikan, itu cara merespon,” jelasnya.Ia juga meminta agar puskesmas dan posyandu tetap jalan, serta pelayanan lain tetap dibuka, namun tetap menaati protokol kesehatan. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler