Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurutnya, hal itu perlu diperhatikan oleh warga karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Kita sudah mendapatkan draf, pedoman tata upacara dari pemerintah. Besok kegiatannya hanya pokok-pokok saja,” kata Djoko, Kamis (30/7/2020).

Dijelaskan, peringatan dimulai tanggal 14 Agustus 2020 dengan mendengarkan pidato presiden. Baik sidang MPR RI, Hari Kemerdekaan RI, maupun pidato dalam rangka pengantar rencana undang-undang, keuangan APBN Republik Indonesia tahun 2021 dilakukan secara terbatas.

“Renungan suci juga terbatas dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan,” jelasnya.

Kemudian pada 17 Agustus 2020 dilanjutkan pelaksanaan upacara. Untuk upacara pertama di halaman Pemkab Blora dalam jumlah kecil yang nanti akan diatur oleh Sekda Blora.

Sementara peserta yang lain bisa mengikuti secara virtual di tiga tempat yang telah ditentukan.

“Yaitu di Dinas Pertanian Ketahanan Pangan, Bappeda dan DPPKAD. Itu tentang upacara, jam 07.00 WIB pagi,” terangnya.
“Yaitu di Dinas Pertanian Ketahanan Pangan, Bappeda dan DPPKAD. Itu tentang upacara, jam 07.00 WIB pagi,” terangnya.Berikutnya, untuk pelaksanaan upacara detik-detik proklamasi dilaksanakan di pendapa rumah dinas Bupati Blora dengan peserta terbatas pula. Hanya diikuti bupati, Forkopimda, tokoh masyarakat, ulama, politikus dan sebagainya.“Yang lain tetap mengikui secara virtual di tempat yang sudah kita tentukan. Kegiatan lainnya, seperti bakti sosial dan karnaval tidak ada lagi. Lomba-lomba juga tidak ada lagi,” terangnya.Bupati memahami, keinginan warga masyarakat sangat luar biasa untuk mengadakan pawai dan karnaval. Namun, keinginan itu harus ditunda dahulu karena situasi masih ada pandemi Covid-19.“Kita cegah terlebih dahulu. Karena di saat itulah tidak tekontrol jarak antarorang dan dimungkinkan penularan virus akan banyak terjadi. Oleh karena itu saya minta perhatiannya kepada teman-teman semuanya, baik OPD, camat maupun kades,” pungkasnya. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler