Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pengeboran tersebut nantinya akan dilakukan oleh TIS Petroleum E&P Blora PTE.Ltd.

“Sesuai rencana, pengeboran gas akan dimulai 26 Agustus mendatang. Sejauh ini, peralatan untuk kegiatan pengeboran sudah terpasang dan siap difungsikan,” kata Camat Gubug Achmad Basuki Mulyono, Jumat (7/8/2020).

Menurutnya, sebelum aktivitas dilakukan, terlebih dulu dilangsungkan sosialisasi pada masyarakat sekitar lokasi. Selain dari Desa Pranten, tokoh masyarakat dan tokoh agama, ada sejumlah warga dari Desa Gubug yang juga diundang dalam sosialisasi tersebut.

“Lokasi kegiatannya memang ada di Desa Pranten. Tetapi akses menuju lokasi juga melalui sebagian wilayah Desa Gubug, sehingga masyarakat di sini juga kita libatkan dalam sosialisasi,” katanya.

Basuki menambahkan, dalam sosialisasi yang sudah dilakukan, masyarakat sangat mendukung adanya kegiatan tersebut.

Pihaknya berharap, dari pengeboran nanti bisa ditemukan banyak kandungan gas alam sehingga bisa berdampak positif bagi perekonomian warga sekitar.

Sementara itu, Penanggungjawab Operasi Pengeboran TIS Petroleum E&P Blora PTE.Ltd Moh Rizal menyampaikan, kegiatan dilakukan pada satu sumur yang diberi nama sumur RBG-3B.

Lokasi titik sumur RBG-3B hanya berjarak 30-40 meter dari sumur lama dengan nama Rembang 1 yang sudah dinyatakan terdapat potensi cadangan gas alam.“Kegiatannya akan ditandai dengan penekanan tombol secara simbolis oleh Bupati Grobogan dan Direktur TIS Petroleum E&P Blora PTE.Ltd. Mohon doa dan dukungan semua pihak agar diberikan kelancaran dan keselamatan serta keberhasilan,” katanya.Dijelaskan, proses tersebut diperkirakan dilakukan sekitar satu bulan lamanya. Dengan catatan, semua pihak mendukung demi keberhasilan dan kelancarannya, baik dalam proses persiapan, mobilisasi, sampai dengan pemboran selesai dan sumur ditutup sementara.Moh Rizal menambahkan, semua proses perizinan dan standar kerja yang memenuhi keamanan, keselamatan dan kesehatan lingkungan telah disusun dan direncanakan untuk dilaksanakan dengan baik.Sedangkan dari Kementerian ESDM melalui SKK Migas sebagai lembaga pengawas, juga berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan sangat minim gangguan terhadap masyarakat sekitar lingkungan.“Keamanan, keselamatan, dan kesehatan lingkungan telah kami susun dengan baik. Untuk izin UKL-UPL juga siap dan sudah kami kantongi,” cetusnya.Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler