Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tak ayal, munculnya kawanan monyet ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang melintas di kawasan tersebut. Bahkan, sebagian di antaranya menyempatkan waktu berhenti untuk memberikan makanan pada kawanan monyet tersebut.

Dari keterangan warga, kawanan monyet tersebut habitat aslinya ada di kawasan hutan di sekitar Gua Terawang yang berada di bawah kewenangan Perhutani KPH Blora.

Saat musim kemarau seperti saat ini, sebagian monyet memang sering turun hingga di pinggiran jalan raya untuk mencari makanan.

Namun, kondisi saat ini agak berbeda dari biasanya. Di mana, kawanan monyet yang turun dari hutan jumlahnya tampak lebih banyak.

Selain faktor kemarau yang mengakibatkan berkurangnya bahan makanan alami di dalam hutan, ada penyebab lain dari munculnya kawanan monyet tersebut. Yakni, dampak penutupan tempat wisata Gua Terawang sejak ada pandemi Covid-19.

“Saat wisata masih dibuka, banyak pengunjung yang memberi makan kawanan monyet itu. Namun, selama lima bulan terakhir, kawasan wisata itu tutup dan kebetulan saat ini sedang musim kemarau. Kondisi ini barangkali menyebabkan monyet-monyet itu kekurangan makanan sehingga banyak yang keluar dari kawasan hutan. Monyet-monyet yang keluar di pinggiran jalan itu jinak, tidak nakal,” kata Joko Triyono, warga sekitar, Sabtu (8/8/2020).

Sementara itu, Wakil Administratur Perhutani KPH Blora Agus Nawin Romdhoni mengatakan, sejauh ini, belum ada laporan terjadinya gangguan pada manusia terkait munculnya kawanan monyet tersebut.

Meski demikian, pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan dengan memberikan papan peringatan pada warga untuk berhati-hati terhadap keberadaan monyet liar.

“Selain itu, kita juga sudah koordinasi dengan BKSDA Jateng maupun cabang Dinas Kehutanan Jateng di Blora terkait munculnya kawanan monyet itu,” katanya.
“Selain itu, kita juga sudah koordinasi dengan BKSDA Jateng maupun cabang Dinas Kehutanan Jateng di Blora terkait munculnya kawanan monyet itu,” katanya.Menurut Agus, kawanan monyet itu jumlahnya ada ratusan dan habitatnya memang ada di kawasan hutan.Selama ini, ada cukup banyak pepohonan yang jadi sumber makanan kawanan monyet sehari-hari. Namun, memasuki musim kemarau, memang bahan makanan sedikit berkurang.“Selain buah dan biji-bijian, monyet itu juga biasa makan pucuk-pucuk daun yang masih muda. Di samping itu, monyet-monyet itu sering dapat makanan dari pengunjung wisata. Namun, tempat wisatanya sementara masih tutup,” terangnya.Agus menambahkan, saat ini, pihaknya sebenarnya sudah mendapatkan rekomendasi dari Pemkab Blora untuk membuka wisata Gua Terawang.Namun, pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Perhutani Divre Jawa Tengah terkait pembukaan wisata.“Saat ini, sudah kita siapkan sarana prasarana penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata Gua Terawang. Dengan demikian, jika sewaktu-waktu sudah ada izin untuk dibuka maka semuanya sudah siap,” imbuhnya. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler