Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari dua peristiwa kebakaran ini, satu di antaranya terjadi di Desa Katong, Kecamatan Toroh. Kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB itu menimpa bangunan rumah dari kayu milik Radi, warga yang tinggal di Dusun Jetis RT 04, RW 03.

Kabid Damkar Satpol PP Grobogan Gogot Cahyanto mengungkapkan, dalam peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Akibat peristiwa ini, korban diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp 200 juta.

“Untuk penyebab kebakaran diduga berasal dari api bediang yang membakar tumpukan jerami kering. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini,” katanya, Sabtu (7/11/2020).

Gogot mengatakan, beberapa saat sebelumnya juga terjadi peristiwa kebakaran di Dusun Pesantren, Desa Karangsari, Kecamatan Brati. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB itu menimpa rumah milik Suparti (76), warga RT 05, RW 07.

Baca: Ditinggal ke Masjid, Rumah Warga Karangsari Grobogan Ludes Terbakar

Saat kejadian kondisi rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya masih ada di masjid. Kebakaran itu diketahui oleh beberapa warga yang lebih dulu pulang dari masjid selepas menunaikan salat magrib.
Saat kejadian kondisi rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya masih ada di masjid. Kebakaran itu diketahui oleh beberapa warga yang lebih dulu pulang dari masjid selepas menunaikan salat magrib.“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, kebakaran ini diduga berasal dari korsleting listrik. Untuk kerugian material sekitar Rp 40 juta,” jelasnya.Terkait peristiwa itu, Gogot mengimbau kepada warga agar senantiasa waspada terhadap bahaya kebakaran.Dia mengingatkan, sebelum meninggalkan rumah, warga diminta memeriksa kompor, bediang untuk memastikan kondisinya sudah tidak menyala. Selain itu, pengecekan peralatan listrik yang dapat memicu terjadinya kebakaran juga perlu dilakukan secara berkala. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler