Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penghargaan diserahkan oleh Menpan RB Tjahjo Kumolo di Gedung Tribrata Jakarta kepada Pjs Bupati Grobogan Haerudin, Rabu (25/11/2020).

Inovasi yang dilakukan adalah terkait pengelolaan pascapanen komoditas pertanian melalui sistem resi gudang (SRG) di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Grobogan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Grobogan Pradana Setyawan mengatakan, permasalahan saat panen raya adalah turunnya harga, banyaknya tengkulak dan spekulan yang memainkan harga pasar. Kemudian, berkurangnya stok pangan daerah karena habis dibeli tengkulak luar kota.

Terkait kondisi itulah, pihaknya menghadirkan SRG untuk mengurai permasalahan tersebut.

Meski demikian, dalam perkembangan dari tahun 2010-2017, SRG berjalan stagnan dan hanya sedikit petani yang memanfaatkannya.

Selanjutnya, dilakukan implementasi SRG yang disesuaikan dengan kondisi riil di Grobogan dengan inovasi yang diterapkan.

Yaitu, menerapkan tiga pilar dalam operasional (social, business, education), merangkul investor untuk perkuatan modal serta melakukan branding dan promosi.

Dijelaskan, fasilitasi pengangkutan, kemudahan uji mutu, pengembangan pola kemitraan bayar saat panen atau ‘yarnen’ merupakan aksi dalam inovasi sosial.Sedangkan produk beras SRIKANDI dan kemitraan dengan PT Mitra Bumdes Nusantara adalah aksi di bidang business. Sementara pemberdayaan petani, poktan, gapoktan maupun koperasi adalah aksi dari pilar edukasi.“Dengan inovasi ini, SRG Grobogan dijadikan tempat pembelajaran dan banchmarking pengelolaan SRG se-Indonesia,” jelasnya.Pejabat yang akrab disapa Danis itu menambahkan, sampai saat ini, SRG Grobogan memiliki stakehorders seperti perbankan, Bulog, Koperasi Mitra Bumdes Nusantara, Poktan, Gapoktan, Penyuluh Pertanian dan Penyuluh SRG.Sejauh ini, SRG tercatat telah mengedukasi 350 petani, 2 poktan, 2 gapoktan, 1 koperasi dan 7 kabupaten lain di Jateng. Yakni, Kabupaten Kebumen, Pemalang Pekalongan, Demak, Jepara, Rembang dan Blora. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler