Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Permintaan itu disampaikan Sri Sumarni saat meninjau Bendung Glapan dan sejumlah ruas tanggul di aliran Sungai Tuntang di wilayah Kecamatan Gubug, Kamis (31/12/2020).

“Bencana alam ini tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Untuk itu, sikap waspada selalu kita lakukan. Terlebih, akhir-akhir ini kondisi cuaca hampir tiap hari hujan yang mengakibatkan meningkatnya elevasi sungai naik. Meski demikian, kita tentunya berharap agar tidak ada bencana yang terjadi di Grobogan,” katanya.

Sejumlah pejabat ikut mendampingi Sri Sumarni dalam kesempatan itu. Antara lain, Dandim 0717/Purwodadi Letkol Asman Mokoginta, Kepala BPBD Endang Sulistyoningsih, Kepala Satpol PP Nur Nawanta, Kepala Dinsos Edi Santoso, forkopimcam Gubug, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Sri juga meminta kepada pihak BPBD untuk lebih sigap dalam penanganan bencana. Harapannya, jika terjadi bencana bisa meminimalisir korban jiwa maupun harta benda.

Kemudian, upaya monitoring kondisi di lapangan perlu terus dilakukan setiap saat. Terutama, di daerah yang berada di sepanjang aliran sungai-sungai besar. Seperti sungai Tuntang, Lusi, Serang, dan Jajar.

“Tidak lupa, koordinasi dengan instansi terkait lainnya serta pihak desa juga perlu dilakukan secara rutin. Kami minta pihak desa agar segera memberikan informasi jika ada potensi terjadinya bencana di wilayahnya,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Sri mengajak peran serta seluruh komponen masyarakat dalam penanggulangan dan pencegahan terjadinya bencana. Sebab, persoalan penanggulangan dan pencegahan bencana ini, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja.“Masalah bencana ini menjadi tugas kita bersama. Jadi, kita butuh dukungan dan peran serta dari seluruh komponen masyarakat,” tegasnya.Sri menambahkan, berdasarkan peta geografis, Kabupaten Grobogan memang cukup rentan bencana. Sebab, letaknya berada di daerah cekungan perbukitan atau lembah. Yakni, antara perbukitan Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan.Meski demikian, pihaknya akan berupaya untuk meminimalkan terjadinya bencana alam di wilayahnya. Sejauh ini, sudah cukup banyak langkah yang diambil dalam kaitannya dengan penanganan bencana tersebut. Misalnya, pembuatan embung, reboisasi, normalisasi sungai dan perbaikan tanggul. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler