Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Grobogan - Bencana banjir terjadi di Desa Lemahputih, Kecamatan Brati, Grobogan, Rabu (20/1/2021). Banjir di Desa Lemahputih mulai terpantau sejak dinihari. Saat itu, kondisi air masih menggenangi areal sawah.
Dalam beberapa jam kemudian, debit air terus bertambah hingga menggenangi jalan. Tidak hanya itu, luapan air mulai memasuki rumah penduduk.
“Jumlah rumah yang tergenang masih dalam pendataan. Untuk sementara ada 23 rumah yang sudah tergenang dengan ketinggian air sekitar 10-30 sentimeter,” kata Kapolsek Brati Iptu Zainal Abidin.
Untuk warga yang rumahnya tergenang, sebagian besar masih bertahan di rumahnya masing-masing. Namun, ada beberapa orang di antaranya yang menumpang ke rumah warga lainnya.
Selain itu, luapan air juga menggenangi areal persawahan seluas sekitar 218,38 hektare. Areal sawah yang kebanjiran ini terdapat tanaman padi berusia sekitar 8-9 pekan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Rumah warga Desa Lemahputih, Kecamatan Brati tergenang banjir. (MURIANEWS/Dani Agus)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan - Bencana banjir terjadi di Desa Lemahputih, Kecamatan Brati, Grobogan, Rabu (20/1/2021). Banjir di Desa Lemahputih mulai terpantau sejak dinihari. Saat itu, kondisi air masih menggenangi areal sawah.
Dalam beberapa jam kemudian, debit air terus bertambah hingga menggenangi jalan. Tidak hanya itu, luapan air mulai memasuki rumah penduduk.
“Jumlah rumah yang tergenang masih dalam pendataan. Untuk sementara ada 23 rumah yang sudah tergenang dengan ketinggian air sekitar 10-30 sentimeter,” kata Kapolsek Brati Iptu Zainal Abidin.
Untuk warga yang rumahnya tergenang, sebagian besar masih bertahan di rumahnya masing-masing. Namun, ada beberapa orang di antaranya yang menumpang ke rumah warga lainnya.
Selain itu, luapan air juga menggenangi areal persawahan seluas sekitar 218,38 hektare. Areal sawah yang kebanjiran ini terdapat tanaman padi berusia sekitar 8-9 pekan.
Zainal menjelaskan, banjir yang menggenangi rumah warga dan areal sawah itu disebabkan tingginya curah hujan pada hari Senin (18/1/2021) malam di daerah hulu.
Yakni, di wilayah Desa Tegalsumur dan Katekan, Kecamatan Brati serta wilayah Kecamatan Grobogan. Kondisi ini menyebabkan air sungai yang melintas hingga di Desa Lemahputih meluap.
Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha