Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan - Naiknya elevasi Sungai Lusi dalam beberapa hari terakhir mengakibatnya banjir di sejumlah lokasi. Data dari BPBD Grobogan menyebutkan, meluapnya Sungai Lusi itu mengakibatkan banjir di sembilan desa.

“Dari pendataan yang kami lakukan hingga pukul 15.00 WIB tadi, total ada 527 rumah yang terdampak banjir. Untuk areal sawah yang terdampak banjir juga cukup banyak tetapi belum kami data,” kata Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih, Sabtu (30/1/2021).

Endang menjelaskan, ada empat kecamatan yang wilayahnya terdampak banjir luapan Sungai Lusi. Yakni, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Purwodadi, dan Brati.

Untuk Kecamatan Tawangharjo, dampak banjir ada di Desa Jono (11 KK) dan Mayahan (125 KK). Selanjutnya, Desa Rejosari (11 KK) dan Getasrejo (71) di Kecamatan Grobogan, serta di Desa Menduran, Kecamatan Brati ada 5 KK yang terdampak.

[caption id="attachment_205858" align="alignleft" width="880"] Meluapnya Sungai Lusi mengakibatkan bencana banjir di sembilan desa yang ada di empat kecamatan. (MURIANEWS/Dani Agus)[/caption]

Untuk wilayah Kecamatan Purwodadi paling banyak terdampak luapan Sungai Lusi karena ada ratusan rumah yang tegenang. Yakni, di Kelurahan Purwodadi (159 KK), Kelurahan Kuripan (45 KK), Desa Karanganyar (50 KK), dan Desa Kedungrejo (50 KK).

“Sampai saat ini, kami masih terus melakukan monitoring. Sebagian warga yang terdampak banjir juga sudah kita kirimi bantuan,” ujarnya.
“Sampai saat ini, kami masih terus melakukan monitoring. Sebagian warga yang terdampak banjir juga sudah kita kirimi bantuan,” ujarnya.Terkait kondisi itu, Endang meminta masyarakat untuk selalu waspada. Pasalnya, elevasi sungai saat ini masih cukup tinggi dan cuaca juga masih turun hujan sejak Kamis (28/1/2021). Meski demikian, ia meminta agar masyarakat tidak perlu panik.“Petugas penanganan bencana sudah diminta siaga serta memonitor elevasi sungai secara rutin. Selain itu, anggota juga sudah menyiapkan peralatan penanganan banjir jika sewaktu-waktu diperlukan,” sambungnya.Endang menambahkan, selain Sungai Lusi, pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan di daerah yang berada di sepanjang aliran sungai besar lainnya. Seperti sungai Jajar, Tuntang, dan Serang.“Koordinasi dengan pihak desa juga kita tingkatkan saat ini. Kami minta pihak desa agar segera memberikan informasi jika ada potensi terjadinya bencana,” pungkasnya. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler