MURIANEWS, Grobogan - Hujan yang mengguyur wilayah Purwodadi, Grobogan sejak Jumat (5/2/2021) hingga Sabtu (6/2/2021) belum memunculkan potensi terjadinya bencana banjir. Hal ini setidaknya bisa dilihat dari kondisi Sungai Lusi yang relatif masih aman pada saat ini.
Dari pantauan di lapangan, elevasi Sungai Lusi memang meningkat seiring hujan selama sehari semalam. Meski demikian, elevasi sungai masih jauh dari titik maksimal.
Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan mengatakan, kondisi Sungai Lusi saat ini masih sangat aman. Meski demikian, pihaknya tetap menaruh kewaspadaaan karena cuaca masih terus hujan hingga saat ini.
“Elevasi Sungai Lusi serta beberapa sungai lainnnya memang naik tetapi masih dalam batas aman. Namun, saat ini cuacanya masih hujan sehingga tetap perlu diwaspadai,” katanya, Sabtu (6/2/2021).
Menurut Masrichan, terkait kondisi itu, pihaknya mulai meningkatkan kewaspadaan di daerah-daerah yang selama ini masuk kategori rawan bencana banjir. Terutama, di daerah yang ada di sepanjang aliran sungai besar. Seperti Sungai Tuntang, Lusi, Serang, dan Jajar.
“Koordinasi dengan pihak desa juga kita tingkatkan saat ini. Kami minta pihak desa agar segera memberikan informasi jika ada potensi terjadinya bencana di wilayahnya,” ujarnya.Masrichan menambahkan, pada akhir Januari kemarin, sempat terjadi bencana banjir akibat meluapnya Sungai Lusi. Dampak luapan sungai ini mengakibatkan 845 rumah warga kebanjiran. Lokasi banjir ini berada di 10 desa yang tesebar di empat kecamatan.Selain itu, dampak luapan Sungai Lusi juga mengakibatkan tanggul jebol di sejumlah titik. Salah satunya yang paling parah adalah tanggul di Desa Klampok, Kecamatan Godong. Di mana, panjang jebolan mencapai 10 meter, lebar empat meter dan kedalaman dua meter.“Selain itu, dampak luapan Sungai Lusi juga menggenangi areal persawahan yang ada tanaman padinya. Luas sawah yang tergenang ada 1.665 hektare yang tersebar di 23 desa di tujuh kecamatan. Kita harapkan jangan sampai ada banjir lagi,” katanya.Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha
[caption id="attachment_206422" align="alignleft" width="1280"]

Kondisi Sungai Lusi di Grobogan masih aman meski hujan turun sehari semalam. (MURIANEWS/Dani Agus)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan - Hujan yang mengguyur wilayah Purwodadi, Grobogan sejak Jumat (5/2/2021) hingga Sabtu (6/2/2021) belum memunculkan potensi terjadinya bencana banjir. Hal ini setidaknya bisa dilihat dari kondisi Sungai Lusi yang relatif masih aman pada saat ini.
Dari pantauan di lapangan, elevasi Sungai Lusi memang meningkat seiring hujan selama sehari semalam. Meski demikian, elevasi sungai masih jauh dari titik maksimal.
Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan mengatakan, kondisi Sungai Lusi saat ini masih sangat aman. Meski demikian, pihaknya tetap menaruh kewaspadaaan karena cuaca masih terus hujan hingga saat ini.
“Elevasi Sungai Lusi serta beberapa sungai lainnnya memang naik tetapi masih dalam batas aman. Namun, saat ini cuacanya masih hujan sehingga tetap perlu diwaspadai,” katanya, Sabtu (6/2/2021).
Menurut Masrichan, terkait kondisi itu, pihaknya mulai meningkatkan kewaspadaan di daerah-daerah yang selama ini masuk kategori rawan bencana banjir. Terutama, di daerah yang ada di sepanjang aliran sungai besar. Seperti Sungai Tuntang, Lusi, Serang, dan Jajar.
“Koordinasi dengan pihak desa juga kita tingkatkan saat ini. Kami minta pihak desa agar segera memberikan informasi jika ada potensi terjadinya bencana di wilayahnya,” ujarnya.
Masrichan menambahkan, pada akhir Januari kemarin, sempat terjadi bencana banjir akibat meluapnya Sungai Lusi. Dampak luapan sungai ini mengakibatkan 845 rumah warga kebanjiran. Lokasi banjir ini berada di 10 desa yang tesebar di empat kecamatan.
Selain itu, dampak luapan Sungai Lusi juga mengakibatkan tanggul jebol di sejumlah titik. Salah satunya yang paling parah adalah tanggul di Desa Klampok, Kecamatan Godong. Di mana, panjang jebolan mencapai 10 meter, lebar empat meter dan kedalaman dua meter.
“Selain itu, dampak luapan Sungai Lusi juga menggenangi areal persawahan yang ada tanaman padinya. Luas sawah yang tergenang ada 1.665 hektare yang tersebar di 23 desa di tujuh kecamatan. Kita harapkan jangan sampai ada banjir lagi,” katanya.
Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha