Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan - Satpol PP Grobogan kini memiliki satu pos damkar baru yang ditempatkan di Kecamatan Godong. Dengan tambahan ini, maka totalnya ada empat pos damkar yang dimiliki.

Tiga lainnya adalah Pos Induk Purwodadi, Pos Wirosari dan Pos Gubug yang sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

“Sekarang, pos damkarnya jadi empat. Terbaru ada di Kecamatan Godong ini. Untuk Pos Godong ini kita sediakan dua armada. Satu mobil pemadam, satunya mobil suplai air,” kata Kepala Satpol PP Grobogan Nur Nawanta, usai peresmian pos damkar Kecamatan Godong, Rabu (24/3/2021).

Dijelaskan, pembukaan pos baru itu dilakukan sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan terkait dengan penanganan musibah kebakaran. Dengan adanya pos baru ini diharapkan bisa lebih mempercepat datangnya bantuan ketika terjadi kebakaran di wilayah Kecamatan Godong dan sekitarnya.

“Sebelumnya, kalau ada kebakaran di sekitar wilayah Kecamatan Godong ini ditangani oleh Pos Induk Purwodadi dan pos Gubug yang jarak tempuhnya cukup jauh. Nantinya, bisa ditangani oleh petugas di pos Godong ini sehingga upaya pemadaman lebih cepat dilakukan karena jarak jangkaunya lebih dekat,” katanya.

Mantan Camat Grobogan itu menjelaskan, musibah kebakaran di wilayahnya masih cukup tinggi tiap tahun. Pada tahun 2019, totalnya ada 192 kejadian dengan nilai kerugian sekitar Rp 12,6 miliar.Sedangkan tahun 2020, ada 117 kejadian dengan nilai kerugian Rp 10,1 miliar. Sementara untuk tahun 2021 ini, sudah ada 19 kejadian dengan nilai kerugian Rp 2,8 miliar.“Untuk penyebab kebakaran ini bermacam-macam. Paling banyak disebabkan korsleting listrik, bediang dan kompor,” pungkasnya. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler