Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan - Puluhan hektare sawah di wilayah Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan terendam air sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini mengakibatkan para pemilik sawah tidak bisa melangsungkan tanam padi.

Plt Kepala Dinas Pertanian Grobogan Sunanto mengatakan, luas areal sawah yang tergenang air ini sebanyak 85 hektare. Rinciannya, di Desa Kemloko ada 30 hektare dan di Desa Guyangan seluas 55 hektare.

“Air yang ada di sawah ini kondisinya cukup tinggi dan benih padinya juga ikut terendam. Hal ini mengakibatkan masa tanam padi jadi tertunda. Untuk bisa tanam padi maka perlu menunggu airnya surut dulu,” jelasnya, Sabtu (27/3/2021).

Selain itu, ada 175 hektare areal sawah berisi tanaman padi yang terendam. Yakni, di Desa Guci seluas 35 hektare, Desa Sumberagung 35 hektar, Desa Gundi 15 hektar, Desa Werdoyo 90 hektare.

“Umur tanaman padi yang terendam ini berkisar tujuh sampai 15 hari. Jadi, di wilayah Kecamatan Godong ini memang baru mulai masuk musim tanam II. Untuk selanjutnya, apabila terjadi puso akibat kejadian ini maka akan kami ajukan bantuan benih melalui cadangan benih nasional (CBN),” imbuh Sunanto yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Grobogan itu.
“Umur tanaman padi yang terendam ini berkisar tujuh sampai 15 hari. Jadi, di wilayah Kecamatan Godong ini memang baru mulai masuk musim tanam II. Untuk selanjutnya, apabila terjadi puso akibat kejadian ini maka akan kami ajukan bantuan benih melalui cadangan benih nasional (CBN),” imbuh Sunanto yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Grobogan itu.Dijelaskan, terendamnya areal sawah yang sudah maupun belum ditanami padi itu disebabkan meluapnya Sungai Jajar. Luapan ini terjadi menyusul turunnya hujan deras dalam beberapa hari terakhir yang mengakibatkan debit air sungai meningkat.“Di samping itu, luapan air terjadi akibat dampak adanya normalisasi sungai yang belum selesai dan banyaknya buangan sampah. Kita sudah koordinasikan dengan pihak terkait untuk menangani hal ini,” pungkasnya. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler