Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan - Dinas Pertanian Grobogan kedatangan rombongan tamu dari luar Jawa yang ingin belajar budidaya kedelai. Rombongan yang berjumlah sekitar 20 orang ini berasal dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan.

Plt Kepala Dinas Pertanian Grobogan Sunanto mengatakan, rombongan dari Sulsel tersebut datang ke Grobogan adalah ingin menimba ilmu seputar budidaya kedelai.

Selain itu, mereka juga ingin belajar budidaya tanaman pangan lainnya, seperti Jagung dan Padi. Sebab, selama ini Kabupaten Grobogan merupakan salah satu sentra penghasil padi, jagung, dan kedelai.

Dijelaskan, salah satu hal yang ingin dikembangkan adalah penanganan produk pascapanen. Yakni, membuat aneka makanan dari hasil tanaman pangan. Salah satunya, membuat tempe dan dari bahan kedelai lokal. Seperti yang terdapat di Rumah Kedelai Grobogan (RKG).

Selama berada di RKG, rombongan dari Sulsel sempat mendapat banyak penjelasan mengenai budidaya kedelai andalan varietas Grobogan. Setelah itu, rombongan juga diajak melihat proses produksi tempe dan tahu higienis serta beragam makanan ringan dari bahan kedelai di lokasi tersebut.

“Terus terang, saya merasa bangga ada rombongan dari jauh yang memilih Grobogan sebagai lokasi belajar budidaya kedelai. Harapan saya, apa yang didapat dari sini membawa manfaat dan bisa secepatnya diaplikasikan disana,” jelas Sunanto, Jumat (9/4/2021).

Sunanto menyatakan, keberadaan RKG itu bukan sekedar tempat yang dipakai untuk menampung hasil panen kedelai saja. Tetapi, menjadi tempat yang lengkap untuk sarana belajar mulai hilir hingga hulu dari sektor pertanian kedelai.Selain ada produksi tempe dan tahu higienis, ditempat itu juga tersedia benih kedelai berkualitas varietas Grobogan. Kemudian, ada pula sarana pembelajaran bagi petani dan UMKM.Hal ini memungkinkan karena di RKG sudah disiapkan lokasi tanam kedelai, penjemuran, hingga pengolahan beragam aneka bahan pangan dari bahan kedelai.Ditambahkan, komoditas kedelai yang dikembangkan saat ini adalah varietas  Grobogan. Kedelai varietas ini bukan hasil rekayasa genetik atau non GMO dan sudah mendapat sertifikasi nasional. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News