Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan - Hari ini, Sabtu (10/4/2021) tepat setahun munculnya kasus positif virus corona atau Covid-19 di Grobogan. Kasus positif Covid-19 yang muncul pertama diumumkan langsung oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni pada Jumat (10/4/2020) lalu.

Adapun orang yang dinyatakan positif Covid-19 saat itu adalah seorang perempuan usia 47 tahun dari Kecamatan Geyer. Orang pertama di Grobogan yang positif Covid-19 itu akhirnya berhasil sembuh setelah menjalani perawatan sekitar tiga pekan di RSUD Purwodadi.

“Iya, hari ini tepat setahun munculnya kasus Covid-19 di Grobogan. Untuk kasus pertama itu, orangnya belum lama pulang jadi TKI di Hongkong,” kata Ketua Harian GTTP Covid-19 Grobogan Endang Sulistyoningsih, Sabtu (10/4/2021).

Setelah itu, kasus positif Covid-19 berikutnya terus muncul dan tersebar merata di 19 kecamatan. Dalam kurun waktu setahun, sudah ada 2.947 kasus positif Covid-19 yang ditemukan.

Dari kasus yang sudah muncul tersebut, paling banyak terdapat pada bulan Januari 2021 yang totalnya ada 791 kasus. Sedangkan paling sedikit terdapat pada bulan April 2020 yang hanya ada sepuluh kasus.

Kasus yang muncul dalam kurun setahun ini, paling banyak ada di Kecamatan Purwodadi dengan 602 kasus. Sedangkan paling sedikit ada di Kecamatan Klambu dengan 53 kasus.

Dari 2.947 orang yang terkonfirmasi Covid-19 ini, sebanyak 226 orang yang meninggal dunia. Kasus paling banyak ada pada bulan Februari 2021 dengan 33 orang yang meninggal. Sedangkan paling sedikit muncul di bulan Mei tahun 2020 yang hanya ada satu orang meninggal.“Khusus untuk April ini, sudah ada 145 kasus baru dalam waktu sepuluh hari. Sedangkan kasus kematian pasien positif Covid-19 pada bulan ini sudah ada 13 orang,” kata Endang.Terkait kondisi itu, Endang kembali mengingatkan pada masyarakat bahwa pandemi belum berakhir. Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan saat beraktivitas sehari-hari agar terhindar dari penularan Covid-19.“Masyarakat kami minta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Laskanakan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler