Rumah Warga Lajer Grobogan Terbakar, Diduga karena Lupa Matikan Kompor
Dani Agus
Jumat, 16 Juli 2021 17:36:02
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Grobogan - Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Grobogan pada awal musim kemarau ini. Kebakaran terbaru terjadi di Desa Lajer, Kecamatan Penawangan, Jumat (16/7/2021), sekitar pukul 07.00 WIB.
Beberapa jam sebelumnya, kebakaran juga menimpa empat rumah di Desa Ringinpitu, Kecamatan Tanggungharjo.
Kepala Satpol PP Grobogan Nur Nawanta menjelaskan, kebakaran yang terjadi di Desa Lajer menimpa satu rumah milik Kuseini (60). Adapun penyebab kebakaran diduga berasal dari kompor tungku yang lupa dimatikan dan ditinggal berdagang ke pasar.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk tafsir kerugian material sekitar Rp 25 juta,” jelasnya.
Mantan Camat Grobogan itu menjelaskan, musibah kebakaran di wilayahnya masih cukup tinggi tiap tahun. Peristiwa kebakaran paling banyak biasanya terjadi saat memasuki musim kemarau.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Petugas damkar sedang memadamkan kebakaran di Desa Lajer, Kecamatan Penawangan. (MURIANEWS/Dani Agus)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan - Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Grobogan pada awal musim kemarau ini. Kebakaran terbaru terjadi di Desa Lajer, Kecamatan Penawangan, Jumat (16/7/2021), sekitar pukul 07.00 WIB.
Beberapa jam sebelumnya, kebakaran juga menimpa empat rumah di Desa Ringinpitu, Kecamatan Tanggungharjo.
Kepala Satpol PP Grobogan Nur Nawanta menjelaskan, kebakaran yang terjadi di Desa Lajer menimpa satu rumah milik Kuseini (60). Adapun penyebab kebakaran diduga berasal dari kompor tungku yang lupa dimatikan dan ditinggal berdagang ke pasar.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk tafsir kerugian material sekitar Rp 25 juta,” jelasnya.
Mantan Camat Grobogan itu menjelaskan, musibah kebakaran di wilayahnya masih cukup tinggi tiap tahun. Peristiwa kebakaran paling banyak biasanya terjadi saat memasuki musim kemarau.
“Memasuki musim kemarau merupakan masa rawan kebakaran. Untuk itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Jangan nyalakan api sembarangan,” tegasnya.
Dijelaskan, pada tahun 2019, totalnya ada 192 kejadian dengan nilai kerugian sekitar Rp 12,6 miliar. Sedangkan tahun 2020, ada 117 kejadian dengan nilai kerugian Rp 10,1 miliar. Sementara untuk tahun 2021 ini, sudah ada sekitar 25 kejadian dengan nilai kerugian sekitar Rp 3 miliar.
“Untuk penyebab kebakaran ini bermacam-macam. Paling banyak disebabkan korsleting listrik, bediang dan kompor,” pungkasnya.
Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha