Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Penemuan benda bersejarah kembali terjadi di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. Kali ini, benda yang ditemukan berupa bagian dari perangkat gamelan. Jumlahnya ada 27 keping.

Bagian dari gamelan yang ditemukan itu memiliki ukuran yang berbeda. Ukuran paling kecil 16x5 sentimeter dengan berat 2,5 kg. Sedangkan paling besar ukurannya 34x8 sentimeter dan memiliki berat 1 kg.

Saat ditemukan, kondisinya masih kotor karena tertutup tanah dan berkarat. Namun, ada satu yang sempat dibersihkan dan warnanya terlihat kuning keputih-putihan.

“Melihat kondisinya, gamelan ini kemungkinan terbuat dari bahan perunggu. Meski kotor namun ketika dipukul, suaranya masih nyaring,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik, Jumat (30/7/2021).

Menurut Taufik, benda yang ditemukan itu berasal dari beberapa jenis gamelan. Antara lain, saron, demung, dan peking. Diperkirakan, benda tersebut peninggalan era Mataram Islam pada abad 16.

“Perkiraan saya pribadi, ini kemungkinan peninggalan zaman Mataram Islam sekitar 400 tahun lalu. Namun, untuk kepastiannya, nanti masih menunggu penelitian dari ahlinya,” jelas Taufik yang juga menjabat sebagai Tim Ahli Cagar Budaya Grobogan itu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, benda bersejarah itu ditemukan di areal sawah di Dusun Medang, Senin (26/7/2021). Penemunya adalah Sutrisno (35) yang merupakan pemilik sawah.“Penemuannya sudah hari Senin kemarin tetapi baru diserahkan tadi malam. Selanjutnya, saya melaporkan temuan terbaru ini pada instansi terkait,” sambungnya.Taufik menambahkan, benda bersejarah itu ditemukan secara tidak sengaja oleh pemilik sawah. Saat itu, Sutrisno sedang menata areal sawahnya untuk persiapan tanam palawija.“Saat menggali pada kedalaman setinggi lutut, ditemukan satu keping gamelan. Setelah digali disekitarnya, ditemukan lagi 26 keping gamelan lainnya,” pungkasnya. Reporter: Dani AgusEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler