MURIANEWS, Grobogan - Kebakaran Kembali terjadi di wilayah Grobogan pada musim kemarau ini. Kali ini, kebakaran menimpa rumah Bambang Gunawan (47), warga Dusun Krajan, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Jumat (20/8/2021).
Meski tidak ada korban jiwa, namun kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB tersebut mengakibatkan kerugian material cukup besar. Akibat kebakaran ini, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Selain bangunan rumah dari bahan kayu jati, amukan si jago merah juga menghanguskan berbagai barang yang ada di dalamnya.
Antara lain, satu sepeda motor Honda Grand, sejumlah perhiasan emas, perabotan serta uang tunai Rp 20 juta. Kemudian, ada enam BPKB dan sepuluh sertifikat tanah yang dilaporkan ikut terbakar.
Kapolsek Kradenan AKP Lamsir mengungkapkan, saat kejadian, rumah tersebut dalam keadaan kosong. Sekitar pukul 06.00 WIB, korban meninggalkan rumah untuk bekerja.
[caption id="attachment_234922" align="alignleft" width="880"]

Warga mencoba mencari barang yang bisa diselamatkan dari kebaran rumah warga Sengonwetan. (MURIANEWS/Dani Agus)[/caption]
Kemudian, sekitar pukul 07.30 WIB, istri korban meninggalkan rumah untuk melayat di Desa Sulursari, Kecamatan Gabus. Sebelum pergi, yang bersangkutan mengaku sudah mengunci pintu dari luar.
Kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB, ada warga yang melihat rumah korban di bagian paling belakang sudah terbakar. Selanjutnya, warga tersebut berteriak minta tolong.
Tidak lama kemudian, puluhan warga sekitar sudah berdatangan untuk memadamkan kebakaran. Namun, upaya ini mengalami hambatan karena kobaran api cepat membesar.Kebakaran rumah ini akhirnya bisa dipadamkan setelah ada bantuan armada damkar dari Pos Wirosari. Meski demikian, butuh waktu sekitar satu jam untuk memadamkan api.“Akibat kejadian ini, tafsir kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Untuk penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik,” katanya.Lamsir menambahkan, beberapa waktu yang lalu juga pernah terjadi korsleting listrik yang menimbulkan percikan api di dalam rumah korban bagian belakang. Namun kejadian tersebut sempat diketahui oleh istri korban yang kemudian bisa mematikan api.Terkait peristiwa itu, pihaknya mengimbau kepada warga agar senantiasa waspada terhadap bahaya kebakaran. Dia mengingatkan warga agar memeriksa kompor, bediang untuk memastikan kondisinya sudah tidak menyala, sebelum meninggalkan rumah.Selain itu, pengecekan peralatan listrik juga perlu dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha
[caption id="attachment_234921" align="alignleft" width="880"]

Petugas Damkar berupaya memadamkan kebakaran rumah warga Sengonwetan. (MURIANEWS/Dani Agus)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan - Kebakaran Kembali terjadi di wilayah Grobogan pada musim kemarau ini. Kali ini, kebakaran menimpa rumah Bambang Gunawan (47), warga Dusun Krajan, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Jumat (20/8/2021).
Meski tidak ada korban jiwa, namun kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB tersebut mengakibatkan kerugian material cukup besar. Akibat kebakaran ini, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Selain bangunan rumah dari bahan kayu jati, amukan si jago merah juga menghanguskan berbagai barang yang ada di dalamnya.
Antara lain, satu sepeda motor Honda Grand, sejumlah perhiasan emas, perabotan serta uang tunai Rp 20 juta. Kemudian, ada enam BPKB dan sepuluh sertifikat tanah yang dilaporkan ikut terbakar.
Kapolsek Kradenan AKP Lamsir mengungkapkan, saat kejadian, rumah tersebut dalam keadaan kosong. Sekitar pukul 06.00 WIB, korban meninggalkan rumah untuk bekerja.
[caption id="attachment_234922" align="alignleft" width="880"]

Warga mencoba mencari barang yang bisa diselamatkan dari kebaran rumah warga Sengonwetan. (MURIANEWS/Dani Agus)[/caption]
Kemudian, sekitar pukul 07.30 WIB, istri korban meninggalkan rumah untuk melayat di Desa Sulursari, Kecamatan Gabus. Sebelum pergi, yang bersangkutan mengaku sudah mengunci pintu dari luar.
Kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB, ada warga yang melihat rumah korban di bagian paling belakang sudah terbakar. Selanjutnya, warga tersebut berteriak minta tolong.
Tidak lama kemudian, puluhan warga sekitar sudah berdatangan untuk memadamkan kebakaran. Namun, upaya ini mengalami hambatan karena kobaran api cepat membesar.
Kebakaran rumah ini akhirnya bisa dipadamkan setelah ada bantuan armada damkar dari Pos Wirosari. Meski demikian, butuh waktu sekitar satu jam untuk memadamkan api.
“Akibat kejadian ini, tafsir kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Untuk penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik,” katanya.
Lamsir menambahkan, beberapa waktu yang lalu juga pernah terjadi korsleting listrik yang menimbulkan percikan api di dalam rumah korban bagian belakang. Namun kejadian tersebut sempat diketahui oleh istri korban yang kemudian bisa mematikan api.
Terkait peristiwa itu, pihaknya mengimbau kepada warga agar senantiasa waspada terhadap bahaya kebakaran. Dia mengingatkan warga agar memeriksa kompor, bediang untuk memastikan kondisinya sudah tidak menyala, sebelum meninggalkan rumah.
Selain itu, pengecekan peralatan listrik juga perlu dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran.
Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha