Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan - Terminal Gubug yang berada di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada tahun anggaran ini mendapat alokasi dana pembangunan sebesar Rp 2 miliar. Pembangunan ini untuk menunjang angkutan aglomerasi Trans Jateng koridor Semarang-Gubug.

Pelaksanaan pembangunan sudah dimulai beberapa pekan lalu dan ditarget rampung selama 120 hari kalender. Setelah pembangunan selesai, terminal tersebut akan di-launching Oktober 2021 mendatang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pembangunan Terminal Gubug Fandy Murdiyanto mengungkapkan, pembangunan dilakukan untuk mengakomodir Trans Jateng yang menjadi salah satu program Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Nantinya, ada 14 bus Trans Jateng yang beroperasi. Dari 14 bus ini, ada tujuh bus yang menginapnya di Terminal Gubug.

Dijelaskan, meski akan menjadi tempat menginap sebagian bus di Trans Jateng namun tipe terminal tidak akan dinaikkan atau tetap tipe C. Meski demikian, nantinya akan dibangun halte dengan tipe A.

Pembangunan halte akan menjadi tanggungjawab Pemprov Jateng. Halte itu nantinya akan memiliki pintu kedatangan dan keberangkatan.

“Diharapkan, dengan hadirnya Trans Jateng nantinya mampu menggenjot ekonomi dan pariwisata warga Gubug khususnya dan Grobogan pada umumnya. Terlebih, jika usulan untuk memperpanjang rute hingga ke Kecamatan Godong disetujui,” katanya, Selasa (24/8/2021).Menurut rencana, tarif angkutan aglomerasi perkotaan ini sekitar Rp 4 ribu untuk umum. Sedangkan untuk pelajar, buruh dan veteran tarifnya hanya sekitar Rp 2 ribu.“Diperkirakan, waktu tempuh menggunakan transportasi ini sekitar 1,5 jam dengan waktu tunggu 15-20 menit,” sambungnya.Fandy menambahkan, untuk penunjang Trans Jateng, akan ada angkutan feeder atau penunjang berbasis angkudes dengan dua rute yang diusulkan yakni, Karangrayung-Truko-Gubug, dan Gubug-Kuwaron-Sugihmanik-Tanggungharjo-Tegowanu. Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler