Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan - Warga Dusun Ngampel, Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang pria di bawah jembatan rel kereta api, Selasa (14/12/2021).

Korban ditemukan warga tergeletak di pinggir sungai bawah jembatan rel sekitar pukul 12.45 WIB.

Kapolsek Panunggalan Iptu I Ketut Sudiartha mengungkapkan, identitas korban belum diketahui karena tidak ditemukan tanda pengenal di sekitar lokasi kejadian. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian warna merah marun dan celana hitam.

“Pada tubuh korban ditemukan ada sedikit cacat pada jari telunjuk kanan. Usia korban sekitar 45 tahun. Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke RSUD Purwodadi untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim Inafis Polres Grobogan,” katanya.

Baca: Mayat Bocah Laki-Laki Mengapung di Sungai Kudus

Menurut Ketut, korban diperkirakan tertabrak kereta api dan terjatuh ke bawah jembatan. Hal ini berdasarkan adanya beberapa luka pada tubuh korban. “Diduga, korban ini tertabrak kereta api,” pungkasnya.

Terpisah, Humas Daop 4 Semarang Krisbiyantoro saat dikonfirmasi membenarkan adanya pejalan kaki yang tertemper kereta api barang 2703B.Baca: BIN Datangi Rumah-Rumah Warga Grobogan untuk VaksinasiMenurutnya, sekitar pukul 11.30 WIB, pihaknya menerima laporan dari masinis yang mengabarkan jika keretanya tertemper pejalan kaki di antara jalur hilir Kradenan-Panunggalan, tepatnya di KM 29+2.“Peristiwa ini sudah kita koordinasikan dengan petugas stasiun panunggalan dan pihak terkait,” katanya.Terkait kejadian itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di area jalur kereta api. Pasalnya, ruang manfaat jalan pada sepanjang jalur kereta api tersebut merupakan daerah yang harus steril.Reporter: Dani AgusEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler