Duh, Meski Dinaikkan, Gaji Guru Honorer K2 di Grobogan Masih Minim
Dani Agus
Selasa, 19 Juli 2016 19:08:50
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Adanya kenaikan gaji guru honorer tersebut disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menghadiri acara halalbihalal bersama para guru di Gor Simpang Lima Purwodadi, Selasa (19/7/2016). Dengan kenaikan tersebut, diharapkan bisa menjadikan para guru lebih semangat dalam melaksanakan tugasnya.
”Kami minta maaf kalau kenaikannya hanya sedikit. Artinya, belum sesuai harapan para guru honorer K2, yakni bisa naik sesuai UMK. Hal ini disebabkan terbatasnya anggaran yang dimiliki,” cetus Sri Sumarni didampingi Kepala Dinas Pendidikan Karsono dan Kabag Humas Ayong Muchtarom.
Sri meminta para guru tidak perlu khawatir dengan kenaikan gaji yang hanya Rp 200 ribu tersebut. Sebab, pada tahun 2017 nanti, ia akan mengupayakan agar ada kenaikan gaji lagi bagi para guru honorer.
“Pada anggaran tahun depan, akan kami upayakan agar dinaikan lagi. Harapan saya, gaji guru honorer bisa jadi Rp 600 ribu hingga Rp 750 ribu tahun 2017 nanti,” katanya.
Menurutnya, jumlah guru honorer K2 di Grobogan saat ini cukup banyak. Yakni, ada 1.172 orang. Sebagian besar, guru ini mengajar di SD. Sebab, guru SD (PNS) rata-rata hanya ada dua hingga tiga orang saja di setiap sekolahnya.
Menurutnya, jumlah guru honorer K2 di Grobogan saat ini cukup banyak. Yakni, ada 1.172 orang. Sebagian besar, guru ini mengajar di SD. Sebab, guru SD (PNS) rata-rata hanya ada dua hingga tiga orang saja di setiap sekolahnya.
Sri menambahkan, para guru honorer K2 tersebut dinilai sudah berjasa besar dalam memajukan pendidikan di Grobogan. Sebab, kebanyakan guru tersebut sudah mengabdi lama, bahkan ada yang lebih dari 20 tahun.
“Saya sudah meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk menghitung jumlah anggaran yang diperlukan nantinya. Kami minta para guru bisa bersabar untuk bisa dapat gaji sesuai UMK, mengingat anggaran masih terbatas,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono



