Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Keberhasilan Alya lolos jadi anggota Paskibra tingkat provinsi ini memang patut dapat apresiasi. Sebab, siswa kelas XI/MIPA-2 itu menjadi satu-satunya wakil dari Grobogan yang terpilih.


“Saat seleksi akhir di Semarang, sebenarnya ada dua orang yang ikut. Satu lagi adalah teman satu sekolah namanya Riksa Tri Surya Pratama,” jelas pelajar asal Desa Kramat, Kecamatan Penawangan itu.


Proses seleksi anggota Paskibra Jawa Tengah itu sudah diawali bulan April lalu. Tahap awal seleksi dilakukan di Grobogan yang diikuti puluhan pelajar dari berbagai sekolah. Setelah melalui tahapan penilaian ketat, jumlah pesertanya berkurang hingga akhirnya tinggal tersisa dua orang.


Selanjutnya, dua orang ini, yakni Alya dan Riksa dikirim ke Semarang untuk mengikuti seleksi tahap akhir. Kedua pelajar ini merupakan anggota Paskib SMAN 1 Purwodadi. Pelaksanaan seleksi terakhir dilangsungkan selama tiga hari di Islamic Center Semarang.


Pengumuman hasil seleksi baru didapat dua bulan kemudian atau akhir Juni lalu. Semula, Alya mengaku pesimis bisa terpilih jadi anggota Paskibra Jateng. Sebab, peserta yang ikut seleksi dinilai punya kemampuan yang bagus.


Putri pasangan Rubadi Handoyo dan Tri Hayumi itu bahkan mengaku sempat berbohong pada kedua orang tuanya. Karena cukup lama belum dapat kabar, Alya sempat bilang kalau tidak lolos seleksi.


“Bapak sama ibu beberapa kali sempat tanyakan bagaimana hasil seleksinya di Semarang. Saya sempat bilang kalau tidak lolos karena waktu itu sudah hampir dua bulan belum dapat kabar hasil seleksi. Setelah pasti lolos, saya kasih tau orang tua dan meminta doa restu sekaligus minta maaf karena sempat membohongi mereka,” ujar gadis yang sejak SMP menemani neneknya Lainem yang tinggal di Desa Depok, Kecamatan Toroh itu.

Sementara itu, Wali Kelas XI/MIPA-2 Teguh Budi Utomo yang menemani bincang-bincang meminta agar Alya menjaga kesehatan dan stamina dengan baik. Sebab, pada tanggal 4-19 Agustus nanti, Alya akan berada di Semarang untuk mengikuti pelatihan hingga pelaksanaan kegiatan di Simpang Lima Semarang.

“Prestasi yang diraih Alya ini memang sangat membanggakan. Sebelumnya, siswa sini sudah beberapa kali terpilih jadi anggota Paskibra Jateng. Semoga Alya nanti bisa mengemban tugas dengan baik,” katanya.

Editor : Kholistiono

 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler