Kisah Pasangan Eko dan Supartini yang Sukses Antarkan 3 Anaknya jadi Perwira AL
Dani Agus
Senin, 1 Agustus 2016 10:24:24
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Salah satu orang tua yang bisa memiliki prestasi ini adalah pasangan Eko Hery Septi Sasmoyo dan Supartini. Ketiga anaknya berhasil masuk AAL dan sukses menyelesaikan pendidikan dengan baik. Saat ini, ketiganya sudah jadi perwira TNI AL.
“Terus terang, saya juga tidak menyangka jika ketiganya sama-sama bisa diterima masuk AAL. Ini merupakan kehendak Tuhan dan saya selalu mensyukuri nikmat yang diberikan ini,” kata Eko Hery saat disambangi di rumahnya yang berada di komplek Perumahan RSS Sambak Indah, Kelurahan Purwodadi.
Putra pertamanya Niko Yoga Wicaksana masuk AAL tahun 2002 dan lulus tahun 2005. Saat ini, Niko sudah jadi perwira dengan pangkat Kapten dan bertugas sebagai pasukan khusus penyelam TNI AL.
Putra keduanya Tegar Mundhi Nugroho masuk AAL tahun 2007 dan berhasil lulus tahun 2011. Sekarang, Tegar bertugas sebagai pelaut TNI AL dengan pangkat Lettu. Putra ketiganya, Aditya Bagus Umboro menyusul masuk AAL tahun 2009 dan lulus tahun 2013. Bagus saat ini sudah jadi perwira dengan pangkat Letda dan bertugas di bagian suplai logistik TNI AL.
Dari ketiga orang ini, hanya Niko yang berhasil diterima masuk AAL pada kesempatan pertama mengikuti seleksi. Sedangkan Tegar, sempat dua kali gagal diterima saat mengikuti seleksi AAL tahun 2005 dan 2006.
Selama dua tahun itu, Tegar bahkan sudah sempat kuliah di Undip jurusan kelautan. Baru pada kesempatan ketiga, Tegar berhasil lolos mengikuti jejak kakaknya. Sementara Bagus juga sempat mengalami kegagalan sekali ketika mengikuti seleksi tahun 2008. Setahun kemudian, Bagus kembali ikut seleksi dan akhirnya diterima.
Keberhasilan putra bungsunya masuk AAL tahun 2009 seolah jadi kado istimewa bagi Eko Hery. Sebab, setahun berikutnya, yakni 2010, Eko masuk masa pensiun sebagai PNS. Terakhir jadi PNS, Eko bertugas sebagai staf di Bagian Perekonomian Pemkab Grobogan.
“Setelah Niko berhasil masuk AAL, dia banyak cerita pengalamanya selama menempuh pendidikan pada adik-adiknya. Dari sinilah, adik-adiknya merasa tertarik dan kemudian muncul keinginan untuk mengikuti jejak kakaknya,” tutur Eko.
Editor : Kholistiono



