Bupati Grobogan Minta Ada Pelatihan untuk Penyandang Disabilitas
Dani Agus
Selasa, 2 Agustus 2016 17:05:44
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menyerahkan bantuan kaki dan tangan palsu pada 11 penyandang disabilitas yang dilangsungkan di Pendapa Kabupaten Grobogan, Selasa (2/8/2016).
Menurut Sri, dengan pelatihan tersebut diharapkan para penyandang disabilitas bisa punya keahlian. Dengan demikian, nantinya mereka bisa punya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan atau berwirausaha sendiri.
“Perhatian pada penyandang disabilitas ini perlu kita tingkatkan. Salah satunya, memberikan mereka serangkaian pelatihan yang disesuikan dengan kondisi. Kita minta pihak Dinsosnakertrans agar memperhatikan masalah ini,” tegasnya.
Selain memberikan pelatihan, Sri juga meminta agar dinas terkait membuat pendataan jumlah penyandang disabilitas yang ada di wilayahnya. Hal itu diperlukan agar pemkab bisa membuatkan program, khususnya bantuan peralatan pada penyandang disabilitas tersebut.
“Kami berharap dinas terkait dibantu camat dan kades bisa membuat database penyandang disabilitas se-kabupaten. Kalau punya data yang lengkap akan memudahkan dan membantu ketika membikinkan program untuk mereka,” sambungnya.
Menanggapi perintah bupati, Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso menyatakan siap melaksanakan. Nantinya, para penyandang disabilitas bisa disertakan dalam pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).
“Kita punya BLK yang selama ini sudah digunakan untuk melangsungkan pelatihan bagi banyak pihak. Nanti, pelatihan buat penyandang disabilitas bisa diikutkan di situ. Sedangkan soal pendataan jumlah penyandang disabilitas sudah mulai kita lakukan,” katanya.
Editor : Kholistiono



