Ini Kekhawatiran Warga Terkait Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi
Dani Agus
Rabu, 3 Agustus 2016 08:05:56
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kekhawatiran ini terkait dengan keberadaan sejumlah pohon trembesi berukuran sangat besar yang ada di kawasan alun-alun. Sejumlah pihak ini khawatir jika pohon yang sudah berusia lebih seabad itu ikut ditebang.
“Soal proyek perbaikan alun-alun memang saya setuju dilakukan. Soalnya, kondisinya memang sudah banyak yang rusak. Tetapi, keberadaan pohon itu yang belum dapat kejelasan,” kata Supar, warga yang tinggal di sekitar alun-alun.
Dia berharap agar keberadaan pohon itu perlu dilestarikan. Sebab, keberadaan pohon sebesar itu di kawasan kota sudah sangat sulit dijumpai. Selain itu, pohon raksasa tersebut sudah jadi ikon tersendiri di kawasan alun-alun.
“Banyak yang punya kenangan dengan adanya pohon raksasa itu. Dulu, di atas pohon itu sempat ada rumah-rumahannya dan saya sering tiduran di atas. Tetapi, rumah-rumahan dari kayu itu sudah hilang lantaran rusak terkena angin dan sampai sekarang tidak dibikin lagi,” cetus Setiadi, warga lainnya.
“Banyak yang punya kenangan dengan adanya pohon raksasa itu. Dulu, di atas pohon itu sempat ada rumah-rumahannya dan saya sering tiduran di atas. Tetapi, rumah-rumahan dari kayu itu sudah hilang lantaran rusak terkena angin dan sampai sekarang tidak dibikin lagi,” cetus Setiadi, warga lainnya.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya Joni Sarjono ketika dimintai tanggapannya memahami kekhawatiran warga soal keberadaan pohon besar tersebut. Sebab, pohon itu termasuk langka lantaran usianya diperkirakan sudah lebih dari 100 tahun.
Dijelaskan, dalam grand desain yang sudah dibuat, keberadaan pohon besar yang letaknya di tengah trotoar itu akan tetap dipertahankan. Namun, beberapa pohon peneduh lainnya yang berukuran lebih kecil dan ada di pinggir lapangan akan ditebang. “Pohon yang ukurannya besar ini ada enam jumlahnya. Semuanya akan tetap dipertahankan,” katanya.
Editor : Kholistiono



