Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Saat ini, para penerima bantuan sedang menjalani proses pengukuran kaki palsu di Mojokerto. Selain pengukuran, mereka juga mendapat pelatihan cara menggunakan kaki palsu. Hal ini dilakukan supaya mereka nantinya bisa menggunakan dengan baik jika bantuan kaki palsu sudah diterima.

“Para penerima bantuan kita bawa ke pabrik pembuatan kaki palsu di Mojokerto untuk pengukuran dan pelatihan. Pemberian bantuan kaki palsu ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan memperingati HUT Satlantas 22 September,” jelas Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning didampingi Kasat Lantas AKP Nur Cahyo.

Mereka yang mendapatkan bantuan kaki palsu tersebut, tiga di antaranya dari Kecamatan Kradenan. Yakni, Prihatin (38) dan Moh Ali Ahmadi (47), keduanya warga Desa Kuwu, serta Khoniah (16), warga Desa Banjardowo.

Tiga penerima lainnya, Ngatini (56), warga Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Purwodadi; Priyadi (34) warga Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug dan Ahmad Solikul Hadi (48), warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Tegowanu.

“Semua penerima bantuan kaki tersebut sebelumnya merupakan korban kecelakaan lalu lintas. Dalam musibah tersebut, salah satu kaki mereka ini terpaksa harus diamputasi,” sambung Agusman.Dari enam penerima bantuan, hanya lima yang sudah diberangkatkan ke Mojokerto. Satu orang lainnya, yakni Ahmad Solikul Hadi akan disusulkan di hari kemudian karena luka bekas amputasinya belum kering sempurna.Agusman menambahkan, pemberian bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari program inovasi polisi lalu lintas. Yakni, program ‘Es Kolak’ yang merupakan singkatan dari Empati Sambangi Korban Laka.’’Setelah program Es Kolak ini berjalan, ternyata kami banyak temui beberapa korban lalu lintas yang bagian kakinya harus diamputasi. Dari sana kemudian, kami ingin memberikan bantuan kaki palsu pada mereka,” imbuhnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler